Selasa, 15 September 2015

Catatan Kajian "ISLAMOPHOBIA" oleh Dr. Bilal Philips


Me: Girls... Ke kajian yuk... Kali ini dijamin keren.
The Girls: Hmmm... (nampak ragu-ragu)
Me: Dr. Bilal Philips loh yang dateng.
The Girls: Siapa itu?
Me: Ulama dari Canada tapi kelahiran Jamaica. Beliau S1-nya di Univ. Islam Madinah, S2-nya King Saud, Riyadh, trus S3-nya di Univ Saint David, Wales. Beliau founder Islamic Online Universities, pernah dengar nggak? (jawabnya pake menggebu-gebu biar pada mau ikut juga sih)
The Girls: Oooo... (cuma gitu responnya?!?)
Me: -__________-"
The Girls: Nggak ah, nggak ngerti ntar kan pake Bahasa Inggris.
Me: T.T ada aku keleus (merasa nggak dianggep sebagai mahasiswa Sastra Inggris) Lagipula ada moderator & interpreternya juga kok. Interpreternya udah lebih qualified daripada aku... jelas... wonk Ph.D Student of Newcastle University UK, Muhammad Rezki Hr.
The Girls: Hmmm... (kembali ke respon awal)
Me: -_______-" Baiklah, kesimpulannya berangkat sendiri.

-------------------------

Agak blur sih esensinya aku nulis dialog di atas. Cuma mau ngasi prolog aja kalau sepertinya pada belum mengenal beliau makanya pada kurang excited pas diajak. Malah di sana juga gak serame kalau ada kajian Ulama kece dalam negeri.  Mungkin juga ditambah karena kajiannya bahasa Inggris, jadi makin males kali ya hehehe. Padahal beliau menyampaikannya pakai bahasa Inggris gak kecepetan dan masih mudah dimengerti kok, gak serumit soal TOEFL apalagi IELTS, yakin deh, hahaha. Malah beliau di awal bertanya dulu jamaah pada bisa bahasa Inggris nggak. Karena sedikit yang angkat tangan pas ditanya siapa yang gak bisa bahasa Inggris, maka interpreternya menyampaikan summary di setiap sesi (alhamdulillah gak jadi translate per kalimat, hehehe).

Nah apa isi kajian hari ini? Oke deh kurangkumkan ya, semoga tersampaikan, kalau ada yang belum paham atau ada koreksi dari yang tadi juga datang, silahkan jangan sungkan ngisi kolom komentar untuk tanya atau melengkapi. Kalau sudah paham, silahkan banget di-share agar bermanfaat. Oh ya, nggak usah pake bahasa formal deh ya biar gak bosen baca sampai akhir.

Bismillahirrohmannirrohiiim


Jadi tema besarnya adalah ISLAMOPHOBIA. Widiiih... Serem ya (gimana ngerasa serem, Dwis... wonk artinya aja gak tahu, hehehe). Jadi kalau menurut beliau "Islamophobia is an irrational fear of Islam" alias ketakutan yang gak masuk akal dan gak beralasan terhadan Islam (baik agamanya maupun pemeluknya). Gak usah dicari di kamus, di kamus tadinya istilah Islamophobia juga nggak ada kok (nggak tahu dink yang versi baru udah jadi "new vocabulary" kali ya). Istilah ini tuh baru muncul 90'an. Di UK alias di Inggris sampai ada yang nyurvei ada nggak sih Islamophobia itu di sana (lembaga yang mensurvei tadi apa ya namanya? .... Report gitu. Duh lupa. Maaf ya. Tadi agak nggak fokus gara-gara mantengin polah adek-adek lucu dan nggemesin, anak-anaknya ibu-ibu jamaah kajian). Dan hasilnya positif Islamophobia memang ada. Makanya resmi deh itu istilah Islamophobia dipakai.

Siapa sih nih yang bikin Islamophobia jadi santer alias booming banget? Jadi menurut beliau, sumbernya ada dua. MEDIA dan POLITISI (nah kan jadi tambah skeptis aku nih sama dua oknum ini, eh sori nyelip opini personal deh). Jelas untuk kepentingan mereka. Isu-isu terorisme dan isu-isu berbau Islamophobia lainnya disebarkan dan dibesarkan oleh media. Ibaratnya kong kalikong gitu deh sama para politisi besar supaya berita-berita itu menjadi pengalihan isu supaya kasus mereka rapi tertutupi plus untuk merusak kestabilan umat Muslim juga supaya "yang berkepentingan" dapat lebih menguasai.

Sebenernya akar penyebab Islamophobia itu adalah KESALAHPAHAMAN dan KETIDAKTAHUAN terhadap Islam. Kalau dirangkum ada 3 macam penyebabnya kesalahpahaman itu. Yang pertama karena kesalahpahaman yang DISENGAJA, trusada yang karena MAL-PRAKTEK nilai-nilai ajaran Islam (gak cuma dokter abal-abal yang mal-praktek, jangan-jangan kita juga nih hayo), dan yang terakhir adalah kesalahpahaman yang TIDAK DISENGAJA. Nah, jangan capek baca dulu ya, mau dijelasin satu-satu nih contohnya biar lebih "dong".

Kalau kesalahpahaman yang DISENGAJA itu udah ada sejak jaman Rasulullah SAW ya. Kaum Quraisy dulu mencap Rasulullah sebagai orang gila lah, orang bodoh lah lah, penyihir lah. Jadi dari dulu Nabi Muhammad SAW selalu diceritakan negatif melulu tuh. Kebawa juga rumor negatif itu sampe sekarang. Turun temurun gitu kali ya. Bahkan kata Bilal Philips sampai ada lho buku (judulnya lupa lagi deh. Kali ini nggak fokusnya karena nggak tahu spelling judulnya plus mbak-mbak disamping kiri kanan depan belakang pada njelasin ke temennya masih-masing, dasarnya kupingku susah fokus kalau banyak suara sih) yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad itu jadi "idol" bagi para penghuni neraka jahannam. Kayaknya gitu deh tadi senangkepku. Trus ada lagi buku yang menyebutkan "membebaskan Palestina dari Muhammadan". Nah kata Muhammadannya itu membuat seolah-olah kita kaum Muslim ini adalah penyembah Muhammad. Padahal kan nggak ya. Selain itu, pada masa bangsa Eropa lagi getol-getolnya penjajahan alias kolonialisme, mereka menyebarkan para Missionaris. Missionaris itu ditugaskan untuk menyebarkan berita bohong, negatif, dan fitnah dengan tujuan untuk mencari pengikut supaya pada berpindah agama gitu deh. Kalau saat itu tujuannya biar pada pindah ke agama Kristiani. Nah kesalahpahaman yang disengaja ini jelas punya tujuan besar. Tujuan besarnya ya untuk menguasai sumber daya dunia. Khadafi, Saddam Husein, dan banyak lagi itu memang berita bentukan dan sengaja dibesar-besarkan.  Siapa itu? Amerika... Amerika sekarang ini membentuk kita lewat media. Contoh dong  contoh... Oke, contohnya berita tentang FGM (Female Genital Mutilation). Waduh apaan itu. Selengkapnya sih Googling sendiri ya, kan punya smartphone, masa' phone-nya lebih smart dari yang punya (eh...eh... malah nyolot ini bahasanya rese' deh. Ampun deh ampun, hahaha). Jadi FGM itu semacam sunat alat kelamin perempuan gitu lah. Jadi seperti memotong sebagian atau seluruh organ bukan untuk alasan medis. Ini adalah ritual yang dilakukan oleh beberapa negara di Africa seperti Kenya, Sudan, Ethiopia, dan mana laginya browsing lagi deh nanti. Ada 27-an negara Afrika (hasil browsing barusan, ya masa disebut semua, jangan males browsing sendiri lho ya) serta Yaman, Kurdistan, dan beberapa negara di Asia. Prosesnya sih beda etnik beda prosedur. Yang jelas ini sekarang dianggap ketidaksetaraan gender dan berbahaya terhadap kesehatan seksual perempuan. Nih sampe ada poster anti FGM


Nah hubungannya sama Islam apa tuh? Kalau di Islam kan Rasulullah juga membolehkan khitan untuk perempuan dengan syarat hanya sebagian sehingga tidak sampai merusak kesehatan seksualnya, ya sama seperti khitan bagi lelaki juga tidak sampai mengganggu seksualitas. Nah FGM tadi dianggap sama seperti khitan kalau dalam Islam. Kan jadi pada takut sama Islam, soalnya ngeri sih bayangin praktek FGM. Padahal kan FGM itu prakteknya nggak ada sangkut pautnya sama Islam. FGM di Afrika bukanlah khitan yang diajarkan dalam Islam.
Trus trus ada lagi nih kejadian di Arab, India, (sama mana lagi tadi ya??) yang menyebutkan bahwa bila ada anak perempuan pacaran sama anak laki-laki sampai hamil, maka si Bapaknya akan membunuh si anak perempuan itu untuk menutupi aib yang memalukan keluarga. Nah berita ekstrim begitu sengaja dipampang di halaman muka alias jadi headline "Seorang Bapak Muslim membunuh anaknya blah blah blah". Kan jadi serem Islam kelihatannya. Gimana nggak bikin pada takut tuh. Padahal praktek pembunuhan anak itu bukan ajaran Islam (Nah makanya kalau di Islam kan pacarannya aja udah nggak boleh, ya untuk menghindari kejadian kayak gitu itu). Setahuku adanya hukum Rajam kan ya. Dan itu bukan pembunuhan oleh si Bapak juga kelus.

Selain dari berita yang disalahpahamkan tadi, ada juga mal-praktek yang memang dilakukan kaum Muslim juga dimanfaatkan media untuk dipampang di headline. Bom bunuh diri. Masih ingat kan kasus-kasus bom bunuh diri yang membuat dunia mencap kaum Muslim sebagai teroris? Kasus-kasus bom bunuh diri sebenarnya juga terjadi di Srilanka, Thailand, dan Jepang; sebenernya lebih banyak kasus dari yang dilakukan Muslim malah. Padahal nih kalau dalam Islam, bunuh diri itu kan DOSA, bunuh diri itu HARAM. Lagipula pelakunya itu adalah Muslim yang nyeleneh alias salah kaprah seperti ISIS dsb yang tidak bisa merepresentasikan seluruh Muslim (Jadi inget pernah baca tulisan "Jika ada seorang Muslim bersalah, salahkan orangnya, bukan ajaran Islamnya") Tapi kasus semacam itu justru dibuat booming oleh media sehingga masyarakat non-Muslim di luar sana men-judge Islam adalah agama teroris.

Lanjuut.... Penyebab Islamophobia yang ketiga adalah kesalahpahaman yang TIDAK DISENGAJA. Jadi emang murni karena ketidaktahuan non-Muslim terhadap Islam.

Kesalahpahaman yang pertama kita itu dikira menyembah Ka'bah. Padahal bagi kita kaum Muslim, Ka'bah bukan sesembahan tapi sarana ibadah dan untuk menyeragamkan arah kiblat saat kita shalat. Logikanya kalau memang Ka'bah itu sesembahan kita, nggak mungkin kita tetap menyembah Ka'bah setelah pernah rusak di zaman Ali bin Abi Thalib. Kan kalau kaum pagan biasanya begitu benda yang disembah rusak, mereka akan nyari sesembahan lain. Lagipula pada saat Ka'bah dalam masa perbaikan juga umat Islam tetep shalat kan, karena memang bukan Ka'bah yang kita sembah.

Kesalahpahaman yang kedua kita dikira tidak percaya pada Yesus dan beberapa umat Islam juga ada yang kurang paham benar tentang ini sih. Jadi kan kalau dalam Islam, kita juga percaya Yesus (yang dalam Islam adalah Nabi Isa) tapi kita tidak menyembahnya melainkan mengimaninya sebagai Nabi utusan Allah. Nah kan, Muslim harusnya jauh lebih percaya bahkan, rukun Iman lho. Bahkan dalam kitab Al-Quran, Nabi Isa juga sering disebut-sebut. Namun sekali lagi kita tidak menuhankannya. Tidak menuhankannya bukan berarti tidak mengimaninya. Nah kalau Kristiani bilang, Yesus itu suci dan wow sekali lho dilahirkan tanpa ayah makanya disembah, dijawab saja yang logis. Hawa (Eve) lebih emejing lagi diciptakan tanpa ibu, kan kalau tanpa bapak sekarang secara ilmiah sudah bisa dan nampak masih logis tuh. Lebih keren Hawa donk. Kenapa nggak menyembah Hawa? Dan Adam... lebih ajaib lagi kan lahir tanpa bapak tanpa ibu. Kenapa nggak Adam aja yang disembah? Kenapa Yesus? Nah loh... Kita mah menyembah Allah, Dzat yang menciptakan Adam, Hawa, dan Isa. Tapi Allah itu juga dikira Dewa Bulan gara-gara simbol bulan di kubah masjid. Tuh kan salah paham lagi. Padahal Allah itu ya Tuhan, bukan Dewa seperti dalam agama Hindu yang apa saja ada Dewa-nya. Dewa Sapi, Dewa Kesuburan, Dewa ini dan Dewa itu. Kalau di Arab, non-Muslim pun menyebut tuhan mereka dengan Allaha karena dalam bahasa Arab terminologi untuk tuhan ya Allaha.

Kesalahpahaman yang tak disengaja selanjutnya adalah dikiranya kita Muslim takut sama anjing, sementara di negara Barat anjing itu sudah seperti bagian dari keluarga kan. Padahal kita takut wudhu kita batal karena menyentuh anjing. Faktanya, menyentuh anjing itu TIDAK  membatalkan wudhu. Cukup dibasuh saja. Yang haram itu mengkonsumsi dagingnya. Nah kan, baru tahu ya? Aku juga.

Next ya, jangan ngantuk dulu (padahal yang nulis ini mulai ngantuk, hehehe). UN telah membuat list negara-negara terkorup di dunia. Dan ternyata yang masuk Top Rank alias peringkat teratasnya mayoritas adalah negara Muslim, termasuk Indonesia (duh langsung ketawa miris nan sedih pas Dr. Philips nyebut Indonesia T.T).  Bagaimana melawan pemberitaan miring itu, salah satunya juga dengan media, media yang positif misal media-media Islami dapat menjadi sarana untuk klarifikasi. Kan sekarang banyak tuh channel TV yang Islami, nah itu bisa dimanfaatkan. Tapi action speaks louder than words. Maka setelah itu, Syekh (begitu sih moderator manggilnya) bertanya pada jamaah "Siapa di masjid ini yang berani ngaku bahwa tidak pernah sama sekali mencontek saat ujian selama hidupnya sampai sekarang?" Alhasil, pada cengar cengir nggak berani angkat tangan. Finally, cuma ada 1 yang angkat tangan. Satu diantara ratusan?? (duh harus ketawa apa nangis nih). Dr. Bilal Philips mengapresi pemuda jujur itu dengan menghadiahinya buku. Nah kan, dari situlah nampak bahwa kita belum bisa bersikap jujur, Gaes. Beliau menjelaskan, bagaimana ada dua macam pelajar Muslim (duh pas ini nggak begitu denger e). Intinya sih berdasarkan orientasinya. Ada yang rela melakukan apa saja asal selesai skripsinya, segera kerja, dan dengan bekerja dia bisa menghasilkan uang. Nah ini, itu berarti orientasinya DUNIAWI. Pelajar Muslim yang seperti ini sama saja dengan pelajar pada umumnya. CHEATER! alias tukang curang (pantesan korup). Lalu beliau bertanya, "Memangnya kalau semua politisi yang sedang menjabat sekarang diganti kalian, kondisi benar-benar akan berubah?" Kami diem deh, speechless. Kondisi gak akan berubah orang tadi yang jujur nggak pernah nyontek aja cuma satu, hihihi... Iya, kondisi negara yang korup ini nggak akan berubah kalau kita yang dari masih pelajar aja udah nggak jujur. Emang sih ini karena sistem pendidikan yang masih mengekor Barat. Yang seolah-olah memang dibentuk untuk berdaya saing sampai-sampai menghalalkan apapun termasuk berbuat curang agar mampu bersaing. Kita harusnya berkaca pada para Sahabat Rasul yang sampai-sampai mendapat gelar Al-Amin karena kejujurannya (terpercaya). Sehingga mereka mampu memimpin rakyatnya jadi sejahtera. Nah kita? Selama kita belum bisa mengubah diri kita sendiri menjadi pelajar yang jujur, negeri ini, Indonesia kita ini akan tetap sama saja. Lalu harus menjadi pelajar macam apa? Kata Syekh, ubahlah FOKUS/ORIENTASI yang tadinya duniawi menjadi surgawi. Niatkan ibadah, terus ingat Allah. Fokus untuk menggapai prestasi jannah, baik itu gurunya maupun muridnya. Jangan lagi fokus beli motor, beli mobi, bangun rumah, pasangan, dll.  So, tanyakan pada diri sendiri: "Apa tujuanku?", "Apa target utamaku?"

Mau berubah? Mauuuu....
Maka Syekh Philips mengajak bersumpah saat itu juga.
"WALLAHI... SAYA TIDAK AKAN MENCONTEK LAGI DALAM UJIAN APAPUN. INSYA ALLAH"
Pesan beliau, kita ini bagian dari perubahan, maka lakukanlah yang terbaik dan niatkan sebagai ibadah. Sesuai bidang keahlianmu, mari jadikan Islam berjaya di berbagai bidang.

------------
SESI TANYA JAWAB
1. Tadi menyinggung masalah menyentuh anjing tidak membatalkan wudhu, memangnya bagian mana dari anjing yang sebenarnya membatalkan wudhu?
Jawaban: TIDAK ADA. Tak ada bagian manapun dari anjing yang membatalkan wudhu. Tidak ada hadits yang menyebutkan itu. Boleh memelihara anjing, apalagi anjing juga bermanfaat untuk keamanan, terutama bagi mereka yang memiliki peternakan. Yang tidak boleh adalah memasukkan mereka ke dalam rumah apalagi sampai tidur bersama anjing-anjing itu, bahkan sampai menciuminya seperti yang lumrah dilakukan di Barat sana. Tidak perlu sampai seperti itu bila memelihara. Bahkan, kata beliau, jika tanganmu tanpa sengaja terkena liurnya cukup dengan dibasuh saja.

2. Bagaimana sih perkembangan Islam di negara-negara Eropa, Amerika, dll?
Jawaban:  Perkembangannya sedang MENINGKAT PESAT. Banyak sekali muallaf. Bahkan Al-Qur'an menjadi 'buku' Top Best-Seller. Semakin rumor negatif tentang Islam disebarkan, semakin mereka penasaran dan akhirnya mempelajari Islam lebih dalam. Bahkan tadi kalau nggak moderatornya ya interpreternya turut menjelaskan statistik peningkatan jumlah muallaf di Amerika. Sampai diperkirakan sebelum tahun 2050 Amerika bisa menjadi negara yang hampir mayoritas Islam. Wow! Dulu tidak ada media yang menyebutkan satu kata 'Islam' pun di sana. Sekarang justru sangat sering disebut-sebut. Disadari atau tidak, pemberitaan tentang Islam justru menjadi "Islamic Awakening" bagi masyarakat dunia.

3. Bagaimana menjelaskan tentang hijab, tidak bersalamannya lelaki dan perempuan, jenggot dsb kepada sahabat/teman/keluarga/rekan kita yang Non-Muslim?
Jawaban: Jelaskan saja bahwa di agama mereka pun sebenarnya juga pakai hijab, biarawati bahkan perempuan di sekitar Yesus (bila dilihat dari lukisan-lukisan) juga memakai jilbab, hanya saja beda bentuknya. Untuk tidak bersentuhannya lelaki dan perempuan adalah bentuk memuliakan perempuan agar terhindar dari syahwat alamiah laki-laki. Jadi tujuannya justru untuk melindungi. Apalagi sekarang wanita dijadikan sebagai alat pemasaran "sexual marketing". Produk apa saja mayoritas diiklankan oleh wanita. Bahkan sensualitas perempuan lebih ditonjolkan daripada produk itu sendiri.
-------------------------

Demikian, Pemirsa.
Saya Dwis Riyuka melaporkan langsung dari Masjid Kampus UGM (yang dilanjutkan di nulis laporannya di kos, hahaha).
*sambil bergaya sok ala-ala reporter gitu

Semoga bermanfaat ya, terima kasih sudah membaca. Oh iya, insyaAllah bulan November atau Desember Dr. Bilal Philips akan ke Indonesia lagi, karena udah mengenal siapa beliau, jangan sungkan datang ke lecturing beliau ya insyaAllah.
-----------------------
Tabligh akbar mengenai:

“Islamophobia”
Dengan pemateri istimewa:
Dr. Bilal Philips (Da’i dari Amerika, S1 Univ. Islam Madinah, S2 King Suud Univ., S3 Saint David Univ., pimpinan Islamic Online University)
Ceramah disampaikan dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan
Tempat di Masjid Kampus UGM, Kampus Bulaksumur, UGM. Hari Senin, 1 Dzulhijjah 1436H, atau 14 September 2015, pukul
18.00 Wib sampai selesai.
Penerjemah: Muhammad Rezki Hr (Ph.D Student Newcastle University UK, Member of KIPMI)
Keynote Speaker: Dr.Eng Tri Agung Rohmat, M.Eng (Advisory Board Member KIPMI, Associate Professor, Mechanical Engineering UGM)

0 komen pemBACA:

Posting Komentar

Komentari yang sudah diBACA yuk :)