Senin, 22 September 2014

Minta Maaf?

Sebenarnya sederhana saja: aku merasa bersalah maka aku meminta maaf.

Mengapa harus malu mengucap maaf? Permintaan maaf bukan hinaan. Justru itulah ukuran seberapa penuh hatimu oleh ketulusan.

Mengapa harus malu mengucap maaf? Kepada yg tua, yg muda, yg seusia, siapa saja! Iya, siapa saja! Hisab dosa tak mengenal usia.

Mengapa harus malu mengucap maaf? Maafmu akan menjadi peredam, penakhluk buasnya makhluk bernama dendam.

Mengapa harus malu mengucap maaf? Maafmu itu adalah penangkal, pencegah sumpah serapah oleh hati yang kesal.

Mengapa harus malu mengucap maaf? Justru sepotong maaf yang kau pinta, menjadi penawar benci dan kecewa.

Mengapa harus malu mengucap maaf? Justru maafmu adalah obat, bagi sesiapapun yang hatinya terlanjur kau sayat.

Minggu, 21 September 2014

Kamis, 18 September 2014

[CERPEN] Sepotong Hati yang Baru

Oleh Tere Liye

Aku menghela nafas perlahan, bertanya perlahan, berusaha memutus suasana canggung lima menit terakhir, “Apa kau baik-baik saja?”
Alysa mengangkat kepalanya, mengangguk.
“Apa kau baik-baik saja,” Alysa balik bertanya pelan.
Aku tertawa getir. Menggeleng.
Diam sejenak. Sungguh hatiku tidak baik-baik saja.

[CERPEN] Wanita dan Semut-Semut di Kepalanya

Oleh Anggun Prameswari
Kompas, 2 Maret 2014


Sungguh, tidak ada yang paham rumitnya isi kepala wanita itu. Termasuk sang suami yang mengencaninya selama enam tahun, lalu menikahinya selama enam tahun pula. Konon, pria itu tak kuat lagi menghadapi pikiran istrinya yang selalu rumit. Ia angkat kaki setelah ribut besar dan berkata lantang sekali sampai sepenjuru gang mendengarnya, ”Otakmu yang rumit itu, suatu hari akan habis dimakan semut-semut.”

Rabu, 17 September 2014

[LIRIK] Your Mother - Yusuf Islam

Who should I give my love to?
My respect and my honour to
Who should I pay good mind to?
After Allah and Rasulullah

Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father

Cause who used to hold you
And clean you and clothe you
Who used to feed you?
And always be with you
When you were sick
Stay up all night
Holding you tight
That's right no other
My mother

Who should I take good care of?
Giving all my love
Who should I think the most of?
After Allah and Rasulullah

Senin, 15 September 2014

TERIMA KASIH [ulang tahun 2014]


Kepada saudara kepada kawan, assalamu'alaikum ^_^
Segala salam dan doa-doa darimu semoga terangkum
Telah kuamini dengan khidmat nan santun
Semoga kepadamu pula doa-doa itu terhimpun

Doamu menggenggam beribu arti
Maka sebisa mungkin satu persatu kubalasi, kuamini
Maaf bila saja masih ada yang terlewatkan
Akulah manusia menua yang dianugerahi kekurangan

Sahabat, demi tahun demi hari bahkan demi detiknya
Berkurang selalu usia kita
Mari kembali menengadah tangan, merangkai doa
Semoga kita masih dipertemukan dengan ulang tahun berikutnya

Jogja, 14 September 2014

Sabtu, 13 September 2014

TERIMA KASIH ENGKAU PERGI

Terima kasih telah  memilihnya dan pergi meninggalkanku. Justru setelah kepergianmu aku mendapatkan jawaban-jawaban dari banyak pertanyaanku. Maaf, bukan karena tak lagi ada rasa sayang di hati, bukan berarti rasa sayang ini otomatis sudah pergi bersama kepergianmu, sampai saat aku menulis ini aku masih setengah rela bahwa kau pergi, tapi bukankah tiada salah jika aku mensyukuri apa-apa yang mampu membuka mata hati.

Bersama denganmu, nyaris tepat 19 bulan lamanya, berbagai tanya berkecamuk. Namun aku tak pernah menanyakannya padamu. Aku hanya memperhatikanmu, tingkahmu, perkataanmu, ekspresi wajahmu, sambil berharap aku menemukan jawaban-jawaban itu dari pengamatanku.

Dan kini, justru setelah kau pergi, aku merasa pertanyaan-pertanyaan itu terjawab, meski beberapa mengundang sisa pertanyaan berkelanjutan. Seandainya kau membaca, lalu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tersisa.

This entry was posted in

Kamis, 11 September 2014

Selasa, 09 September 2014

IKHLAS vs RELA, karena mereka BERBEDA

Bedanya IKHLAS dan RELA itu apa?

Ikhlas itu penerimaan untuk melakukan DEMI Allah, tulus.
Misal berpuasa dengan ikhlas, shalatnya juga harus ikhlas, membantu orang tua dengan ikhlas, intinya semuanya karena Allah...

Kalau rela itu penerimaan untuk yang tentang makhluk, selain dari demi Allah.
Misalkan saat kehilangan sesuatu ya direlakan saja, bukan diikhlaskan  Rela nunggu antrian BBM (bukan demi Allah kan? demi kepentingan dan kebutuhan sendiri), rela berkorban bukan ikhlas berkorban (berkorbannya kebanyakan demi selain Allah kan? demi makhluk kan? Demi bapak, demi ibu, demi adik, demi orang yang disayang, dll), rela menunggu bukan ikhlas menunggu (yang ditungguin orang kan?)

Terimakasih ilmunya, bagi yang telah memberitahu saya bahwa IKHLAS dan RELA itu BERBEDA
Semoga bermanfaat :) Mohon dikoreksi bila masih ada yang salah.

TEGA MEMBUANG

Terkadang kita harus TEGA MEMBUANG agar sesuatu yang tidak lagi penting tidak hanya memenuhi saja, harus TEGA MEMBUANG agar ada tempat untuk sesuatu yang baru.

Semisal ada barang-barang lama, bukankah tidak jarang ada pikiran-pikiran "Ah sayang dibuang, siapa tahu nanti bisa dipakai lagi", atau "Hmm... aku masih suka barang ini. Jangan dibuang dulu lah", atau juga "barang ini sangat berarti, biarpun rusak biar saja tetap ditaruh sini" dan pikiran-pikiran lainnya yang sering menyayangkan untuk membuang 'sampah'. Hasilnya gudang penuh. Bahkan selain gudang pun penuh.

Begitu juga dengan hati, kita harus TEGA MEMBUANG perasaan-perasaan negatif ataupun perasaan-perasaan lain yang sudah tidak diperlukan daripada menjadi 'sampah' hati lho. Buang saja SAMPAH-SAMPAH HATI seperti rasa benci, rasa khawatir, rasa sayang yang tidak perlu, rasa rindu yang tidak sepantasnya, rasa kecewa, rasa iri, rasa marah, rasa minder, dan sebagainya agar perasaan-perasaan lain yang lebih bermanfaat dapat mengisi hati dan lebih menentramkan mendamaikan.

Ingat, untuk hal-hal semacam ini, TEGALAH!!!