Jumat, 30 September 2016

RESEP: Simple Omurice/Omuraisu/Nasi Omelet



Simple Omurice/Omuraisu/Nasi Omelet

Semalem aku kepo akun Instagram Moinblog. Mupeng banget liat video makan Omurice. Telurnya bisa setengah mateng plus keju mozarella meleleh-leleh enak gitu kayaknya. Hmmm! Walaupun nggak bisa kayak aslinya, kreasi sendiri deh akhirnya untuk memuaskan diri. Worth to recook lho.

Bahan-bahan:

untuk 1 porsi

Bahan Nasi Goreng:
1 piring Nasi
4 siung Bawang merah, dirajang / iris tipis
2 siung Bawang putih, dicincang halus
2 buah Cabe rawit, atau sesuai selera pedasmu
1 sdt Garam
secukupnya Kecap
secukupnya Gula merah
secukupnya gula merah/gula pasir
Bahan Selimut Telur:
1 butir Telur Ayam
secukupnya lada bubuk

Bahan Saus:
Untuk saus tiram, cek di resep saya yang ini >> https://cookpad.com/id/resep/710025-steak-tempe-saus-tiram-pedas
Untuk creamy sauce sebagai alternatif lainnya >> Steamed Veggies with Creamy Sauce/Sayur Kukus Siram Saus Krim (Menu Diet) https://cookpad.com/id/resep/734334-steamed-veggies-with-creamy-saucesayur-kukus-siram-saus-krim-menu-diet

Langkah-Langkah:

MEMASAK NASI GORENG

Panaskan minyak di wajan. Tumis bumbu nasi goreng:
• bawang merah
• bawang putih
• cabe rawit
• gula merah

Masukkan nasi, aduk-aduk. Tambahkan bumbu lain:
• gula pasir
• garam
• merica bubuk
• kecap

Jangan lupa diicipin dan koreksi rasa. Angkat dan sisihkan (atau langsung tata ke piring saji dengan mangkuk agar rapi).

⚠Tips: Memasak nasi goreng agar tidak lembek biasanya dengan dimasak cepat dan apinya besar. Begitu juga dengan mie goreng, kwetiau goreng, dan sejenisnya. Hasil mengamati masakknya abang-abang tukang nasi goreng, hehehe.

MEMASAK SELIMUT/OMELET TELUR

Panaskan teflon di api kecil. Olesi minyak/margarin.
⚠Tips: Berbeda dengan masak nasi goreng di wajan besi/aluminium yang tahan suhu tinggi, memasak omelet di teflon atau wajan anti lengket harus dengan api kecil agar teflonmu awet dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Suhu tinggi menyebabkan bahan teflon (lupa namanya apa, susah spellingnya euy) mudah rusak dan bersifat karsinogen (rawan kanker). Hasil baca manual-book pas teflonnya masih baru dan googling lho.

Tuangkan kocokan telur plain (tanpa garam & bumbu lain, karena rasa sudah kuat di nasi goreng dan saus). Tipiskan dengan melebarkannya ke semua bagian teflon hingga merata. Punya saya sih ukuran diameter 18cm doank. Tidak usah dibalik tapi langsung tutupkan ke nasi goreng yang sudah ditata di piring saji (dicetak dengan mangkuk kecil). Taburkan sedikit lada bubuk (lagi nggak ada garnish lain jadi flat banget kurang colourful).


PENYAJIAN

Sampai langkah di atas sebenarnya sudah bisa langsung dihidangkan sih, namun karena waktu itu saya lagi mupeng sama lumer-lumer di postingan instagram Moinblog tapi nggak punya keju mozarella, jadi saya siramkan saus tiram. Bahan dan cara membuatnya ada di resep saya "Steak Tempe Saus Tiram Pedas." Bedanya kali ini saya tambahkan cacahan telur omelet karena tadi lebih. Pilihan lainnya kalau bosen saus tiram, bisa pakai creamy sauce seperti pada resep saya "Steamed Veggies with Creamy Sauce". Siramkan di atas omurice sebelum dimakan.

This entry was posted in

RESEP: Kembang Kol Crispy Saus Tomat



Kembang Kol Crispy Saus Tomat

 Basic-nya sih resep ini terinspirasi dari masakan ibuku. Dulu pas masih di rumah, ibuku bikinin jamur crispy atau kembang kol crispy biar kita nggak jajan sembarangan. Sekalian buat lauk soalnya lagi bosen sama tumisan. Hasilnya emang sip deh, bisa buat camilan sekaligus lauk, tinggal dicocol saus tomat atau sambel favoritmu. Tapi yang ini coba kumodifikasi pake siraman saus tomat kreasi sendiri deh, soalnya aku nggak doyan saus tomat instan.

Bahan-bahan:

2 porsi
Bahan Kembang Kol Crispy:
1 bonggol Kembang Kol
2 sdm Tepung bumbu serba guna, saya pakai merk Sajiku
1 bonggol Kembang Kol, dipotongi sesuai kuncup
secukupnya garam
Bahan Saus Tomat:
1 buah Tomat ukuran sedang/besar, potong dadu
1 sdm Tepung maizena, larutkan
1/4 siung bawang bombay, diiris tipis
3 siung bawang merah, diiris tipis
2 siung bawang putih, dicincang halus
1 sdt garam
1 sdt gula pasir
1 sdt penyedap rasa, saya pakai Masako
3 buah cabai rawit
secukupnya lada bubuk
secukupnya air

Langkah-Langkah:

MEMBUAT KOL CRISPY

Campurkan tepung serbaguna, tepung terigu, dan garam. Lalu tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai semua larut dan kekentalannya pas. Masukkan kembang kol yang sudah dipetiki/dipotong per kuncup. Aduk aduk sampai seluruhnya terbalut tepung. Kemudian, goreng dalam minyak panas (minyaknya yang banyak ya) sampai kuning kecoklatan. Gunakan api kecil-sedang, supaya nggak cepat gosong. Angkat, tiriskan, tata di piring saji. (udah bisa sambil dicemilin nih, hehehe).

MEMBUAT SAUS TOMAT

Tumis bawang bombay, bawang merah, bawang putih, serta cabai rawit. Masukkan potongan tomat sambil dihancurkan dengan sutil. Jika sudah layu tuangkan 1-2 gelas air. Tambahkan bumbu-bumbu (garam, gula, penyedap rasa, bubuk lada). Koreksi rasa sampai pas, lalu tuangkan larutan maizena. Aduk dan didihkan sampai meletup-letup.


PENYAJIAN

Siramkan saus tomat di atas kol crispy yang sudah ditata di piring saji. Tambahkan potongan tomat secukupnya dan sajikan dengan atau tanpa nasi. Yummy! Apalagi ditemani air es tomat yang segar. Selamat mencoba!
 Tambah langkah


This entry was posted in

RESEP: Steak Tempe Saus Tiram Pedas


Resep di Cookpad ternyata sering dijadikan konten blog orang tanpa ijin ya. Padahal di blog sendiri aja nggak di post. Yaudahlah post aja ya, nambah-nambah konten blog biar nggak lumutan. Jadi masakan apa kali ini?

Steak Tempe Saus Tiram Pedas

Sok kebule-bulean dulu aaaah. Eits... tapi bahan tetep lokal euy. Steak daging berat di ongkos & kantong anak kos.

Bahan-bahan:

4 porsi
bahan utama:
1 papan Tempe ukuran sedang (dikukus)
3 siung bawang putih
1 sendok garam
1/2 sdt Bubuk merica
bahan saus siram:
1/2 siung Bawang bombay
2 siung bawang putih
1 sdt garam
1 sdt gula (cuilan gula merah secukupnya)
1/2 sachet saos tiram
3 cabe rawit
1 cabe merah
1 buah wortel ukuran sedang (potong lidi)
garnish:
buncis kukus
wortel kukus
kentang kukus
tomat

Langkah:

1. masak steak tempe

Iris tempe setebal ± 1 cm. Lalu kukus selama ±15 menit. Sementara itu, haluskan bumbu steak tempe:
• bawang putih
• bubuk merica
• garam

Setelah tempe dikukus, tumbuk dan campurkan dengan bumbu yang sudah dihaluskan. Bentuk jadi beberapa lingkaran pipih (bisa dengan bantuan pisau atau sendok yang ditekan untuk merapikan pinggirnya).

Panaskan sedikit minyak di wajan (cukup menggunakan 1 sendok margarin jika menggunakan tevlon). Lalu goreng hingga kecoklatan dengan api kecil-sedang. Sisihkan/langsung tata di piring.

2. masak saos tiram

Tumis bahan yang sudah dirajang:
• bawang bombay
• bawang merah
• bawang putih
• cabe merah
• cabe rawit

Tambahkan segelas air. Masukkan rajangan wortel (atau tidak usah rajangan wortel jika ingin membuat saus saja versi plain). Lalu tambahkan gula merah, garam, bubuk lada, dan saos tiram. Koreksi rasa. Jika sudah pas, tambahkan larutan maizena. Matikan kompor.

3. penyajian/plating

Agar lebih menggugah selera, estetika penting juga. Tata kukusan wortel, kentang, dan buncis (atau seadanya sayur juga tak apa) dan potongan tomat di sekitar steak tempe yang sudah disiram saos tiram pedas. Siap disajikan. NB: orang Indonesia sih masih belum makan kalau nggak pake nasi. Jadi boleh juga ditambah nasi yang dicetak di mangkuk kecil.

This entry was posted in

Minggu, 18 September 2016

PESAN DIRI: Hidup dan Pilihan


Assalamu'alaikum, Dwis. Apa kabar hati? Apa kabar iman? Semoga baik dan semakin baik ya...

Sekarang kalender menunjukkan 16 Sept 2016. Kau dulu malu datang ke kajian pra-nikah, sebab kau takut dikira 'ngebet nikah'. Tapi sejak beberapa semester lalu, kau sudah tak lagi malu, alhamdulillah. Sebab kau berpikir bahwa kau tentu membutuhkan ilmu itu untuk mempersiapkan dirimu dan mempersiapkan diri mewujudkan suatu hal yang kau impikan, keluarga SMRB. Jadi masa bodoh saja orang mau bilang apa, yang menjalani juga kita.

Kali ini kau datang ke  

PESAN DIRI: Talk!


Assalamualaikum, Dwis... Apakah saat membaca ini kau sudah jadi orang yang lebih baik dari sekarang? Semoga deh ya... shahaha...

Hari ini, 15 Sept 2016, aku ingin mengingatkanmu pada rasa sungkanmu yang kadang berlebihan. Kadang kau jengkel sendiri pada sifatmu ini. Tapi kok ya tak kunjung berubah. Ya... Namanya udah watak memang susah diubah. Padahal sudah banyak kejadian merugikan yang kau alami karena sifatmu ini.

Ingat tentang klien alih bahasa-mu seorang S2 Teologi dari salah satu perguruan tinggi swasta itu? Karena rasa sungkanmu di awal-awal, sampai berbulan-bulan ini dia belum juga memenuhi kewajibannya padamu. Sebenarnya bukan karena nominal yang cukup besar (eh masalah juga sih itu, sayang juga kalau dilepas begitu saja, shahaha), tapi lebih karena itu justru menunjukkan kau belum bisa profesional. Nah kau di masa ini jadi kelabakan karena orang itu menghilang. Padahal kalau dari awal kau BICARA mungkin tak akan begitu kejadiannya.

Ingat jugakah bulan lalu kau menerima tawaran mengajar ekskul di sekolah swasta, tapi beliau lupa belum menjelaskan teknis hak & kewajibanmu, dan kau asal terima saja tanpa bertanya karena sungkan dan takut tidak sopan. Kau datang saja mengajar setiap minggunya. Kau bahkan tak tahu akan dibayar berapa. Yang dipikiranmu waktu itu hanya ingin berbaik sangka. Toh mengajar itu lebih dari profesi, tapi juga sudah seperti hobi.  Arrgh... aku tak tahu, sebenarnya sungkanmu itu sifat baik atau buruk. 

Dan malam ini, kau sedang mencoba bertanya. Merangkai kata entah berapa lamanya. Ketik hapus ketik hapus karena terlewat takut kurang sopan. Hingga akhirnya... terkirim juga. Ingatkah kau apa balasannya? Beliau justru meminta maaf karena lupa menjelaskan dan lupa mengabarkan bahwa hak-mu sudah siap diberikan/dikirimkan. See? Segala ragu dan tanya teratasi bila kita BICARA. Diam tak selamanya emas. Bukankah diamlah yang sering justru menjadi sumber kesalahpahaman. 

Jadi pesanku kali ini adalah bicarakan apa yang memang perlu kau bicarakan; sampaikan apa yang memang perlu kau sampaikan. Tak perlu risau tentang respon lawan bicaramu nantinya, asal kau sudah sopan dan tidak menyakiti, kau tidak salah. Apalagi kalau ini menyangkut hal profesional, kau memang sepatutnya BICARA



_Salam cinta dariku yang masih belajar demi baikmu saat ini.

#pesandiri | Dwis Riyuka | Janti, 15 September 2016

PESAN DIRI: Bertambah Usia


Assalamu'alaikum, Dwis.
Apa kabarmu hari ini? 

Hari ini 14 Sept 2016, hari Rabu tepatnya. Untuk perhitungan Masehi, kau berulang tahun hari ini. Ulang tahun yang ke-25. Wow! Seperempat abad sudah. Tak terasa ya. 

Seperti biasa, kau mengingat ulang tahunmu, tapi tak benar-benar ingin merayakannya. Biasanya kawan-kawan dekatmu lah yang membuatmu merayakannya, membawakan kue dihias lilin dan membuatmu tak bisa menolak tuk meniupnya. Kau yang sekarang memang labil dan tak tegas pada prinsipmu sendiri. Jauh di dasar hati, kau khawatir perayaan semacam itu tak sepatutnya dilakukan. Tapi untuk menghargai teman, kau tetap saja lakukan. Hanya pada beberapa orang saja kau berani menjelaskan.

Sebab itu, tahun ini kau memang berharap tak perlu ada yang ingat. Agar tak ada perayaan mubadzir yang justru membuatmu berhutang budi. Kau senang membuat kejutan, hadiah, atau hal-hal melankolis lain dalam mengingat ulang tahun kawanmu, tapi kau rikuh sendiri bila orang lain melakukannya padamu. Kau yang sekarang memang agak aneh... Shahaha...

Nah, apa yang kau pelajari di hari ulang tahunmu kali ini?

Kali ini kau melihat kawan yang sebenar-benar kawan. Kau tak berharap kawanmu merayakan hari di mana kau pertama menangis memasuki alam dunia, tapi kau tetap berharap kawan-kawan dekatmu sekadar ingat. Sebab menurutmu yang sekarang, itu hanya satu dari sekian indikator bahwa mereka benar-benar peduli padamu, karenanya mereka mepedulikan hal sesepele ulang tahunmu. Kali ini, kau tahu mana kawan yang memang mengingat hari spesialmu tanpa diingatkan oleh notifikasi sosial medianya, sebab kau telah mematikan dan menyembunyikannya tanggal kelahiran itu. Ya, akhirnya kau tahu kan, dari sekian banyak teman yang kau punya, hanya beberapa saja yang benar-benar bisa kau sebut SAHABAT. 

Hari ini kau juga belajar bahwa sebenarnya kau memang menyukai hal-hal sederhana. Kau lebih bahagia tanpa kue mewah dan kejutan meriah melainkan karena camilan ringan yang tertata seperti kejutan sederhana ala Naniraa (Bujiz). Apa kau ingat sekarang? Apa kau masih tertawa-tawa seperti waktu itu ketika mengingatnya? Apa kau juga menangis haru namun kau tutupi dengan tawamu seperti saat itu saat mengenangnya? Aku yakin, setidaknya kau tersenyum-senyum sendiri saat membaca pesan ini. 

Jadi pesanku kali ini, tetaplah dengan kesederhanaanmu. Segemilang apapun kau nantinya, tetaplah menyederhanakan alasan bahagia. Dan terhadap kawan baikmu, pandai-pandailah membahagiakan mereka, sebab mereka telah banyak membahagiakanmu. 


_Salam cinta dariku yang masih belajar demi baikmu saat ini.
#pesandiri | Dwis Riyuka | Janti, 14 September 2016

Sabtu, 17 September 2016

PESAN DIRI


Assalamu'alaikum, Dwis di masa mendatang. Kenalkan, aku ini Dwis di masa lalumu.

Mulai sekarang aku bertekad akan menulis pesan-pesan untukmu tentang pelajaran hidup yang kudapat sehari-hari. Mengapa?

Kelak hatimu pasti berubah-ubah, pemikiranmu pun juga. Perubahan bukanlah masalah. Setiap hal lazimnya memang berubah. Namun aku tidak ingin kau berubah tak lebih baik dari sebelumnya, kau akan merugi bahkan celaka seperti apa yang telah difirmankan-Nya. Karenanya kubuat pesan-pesan ini sebagai pengingatmu.

Suatu saat bila sedang bermasalah dengan nurani, bacalah pesan-pesan ini agar ingatanmu kembali, kesadaranmu pulih, dan hatimu terbaiki.

_Salam cinta dariku yang masih belajar demi baikmu saat ini.

#pesandiri | Dwis Riyuka | Janti, 17 September 2016