Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Januari 2018

#30HBC18 - Merasa Dibutuhkan


 [01/30] Finally, tulisan hari pertama 30 HBC setelah tahun kemarin telat tahu & gak bisa ikutan. Gak tahu sih bakal nulis apa aja 30 hari ke depan, entah sejak kapan berubah gaya gini jadi "let it flow and just enjoy the fun". Ngomong-ngomong soal fun, yaudah sih ku mulai nulis dari hal yang ku suka.
.
Ini Si Oneng, kucing termanja yang pernah kutemui. Siapapun yang lewat pasti dilendotin. Siapapun yang melintas pasti diikutin. Tak terkecuali mbak-mbak kos yang gak begitu suka sama kucing. Jadi gak jarang aku denger dia dibentak-bentak. Well, ternyata dia sering ditinggal si empunya dan udah di cap 'kucing nakal' sama anak kos yang lainnya. Hmm... ku mencium bau-bau kurang kasih sayang nih.
.
Merasa dibutuhkan, tiap dia ngeong minta makan ku suapin lah makanan yang si empunya sediakan. Merasa dibutuhkan, tiap denger ada yang ngomel² ngusirin dia ku ajak lah dia mainan buat mengalihkan. Merasa dibutuhkan, tiap malam kuajaklah dia masuk kamar daripada di luar kedinginan. Dan ternyata daripada ku mengobati kesepiannya, ternyata saat itu dialah yang mengembalikan kewarasanku sebagai manusia.
Ya, pada hakikatnya manusia perlu MERASA DIBUTUHKAN. Rasa itulah yang akan membuatnya bertahan bahkan berjuang. Seorang ayah banting tulang mencari nafkah karena ia MERASA DIBUTUHKAN keluarganya. Seorang ibu tetap mengurus keluarga meski ia sedang sakit sebab ia MERASA DIBUTUHKAN oleh suami dan anak-anaknya. Seorang guru bertahan meski gaji tak seberapa karena ia MERASA DIBUTUHKAN oleh anak didiknya. Siapapun yang dalam suatu keadaan yang tak menguntungkannya sedikitpun tapi ia masih bertahan dan berjuang meski punya kemampuan untuk hengkang, seringnya adalah tersebab ia MERASA DIBUTUHKAN di sana.
.
Maka di tahun 2018 ini, apapun yang sedang kau usahakan, jangan menyerah! Bertahanlah... Berjuanglah... Banyak yang membutuhkanmu, percayalah. #KontemplasiHati
.
πŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”Ά
@30haribercerita
#30haribercerita
#30hbc18 #30hbc1801
πŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”Ά

Rabu, 04 Oktober 2017

BEAUTY


"What is #beauty? How do you define beauty?" That was the question I throw to my Speaking Club last night. If I had to answer my own question, the following would be my explanation.
In my opinion there are two kinds of beauty based on the visibility. I believe we can't deny the existence of these two.

1. Beauty for SIGHT
This beauty is obviously visible for almost everyone, the ones who can normally see. You can consider things are beautiful right when you barely see them. It depends on our eyes because, in this case, eyes are which value things. Flowers, rainbow, pretty girl, handsome boy, cute baby, natural scenery, green field, clear blue sky, twinkling stars, bright aurora, colourful nebula, the look of the earth from the space, the image of galaxy, coral reef and various fish in a sea, are examples of beauty for sight. We consider those things beautiful as our eyes are pleased by them.

2. Beauty for SOUL
This beauty is inconspicuously seen. It means not everyone can notice this kind of beauty. That is why people might value things differently. A person who help an old grandma to cross the street is beautiful to me, but another people might not value her/him because they don't see KINDNESS as a kind of beauty. A person has brilliant ideas to build a business entity and creating jobs to reduce poverty is beautiful to me, but another people might not value her/him because they don't see INTELLIGENCE as a kind of beauty. A person who give back a wallet s/he found to the owner is beautiful to me, but another people might not value her/him because they don't see HONESTY as a kind of beauty. Any pets are beautiful to me, but another people might not value them because they don't see a CHANCE TO LEARN how to love and care for them when raising it as a kind of beauty. Problems are beautiful to me, but another people might not value it because they don't see HOW it makes people grow stronger as a kind of beauty. Those are beauty for soul. We consider those things beautiful as our soul is pleased by them.

Beauty can be complicated because sometimes it's hard to define, as well as simple because we can value beauty in little things.
πŸ“ Written for #englishcaption_tea
#englishcaptionchallenge with
@lianailyy
@oz_ahmad
@onlylintangg
@irkhammaulana1
@naniraa_

Tea for Hectic Days



Are you kind of busy people? Do you always face hectic days that make you exhausted or even depressed sometimes? I think drinking TEA will be perfect for you, just as it's perfect to me.

Why tea?

Tea can keep you AWAKE. It has CAFFEINE too but it's not as much as caffeine in coffee. So it is still safe for your gastric if you have digestion problems.
On the other hand, tea has RELAXING aroma which is produced by certain protein. Thus it can help you reduce your tense and stress.

The last reason, tea can is one of HEALTHY drink for you. It is said that tea is good for your bone, teeth, heart pressure, immune system & digestion system. It can also prevent cancer, overweight, and stroke. That is why it is suitable for you who have tight schedule and activities. If you have healthy body, you can do any activities well.

However, being over in everything will never be good, so is drinking tea. You should drink it in proper amount of nutrition need. Some health expert states that you should not drink tea right after eating because it can absorb the nutrition especially iron (Fe) in your food. So, just give a little more time for your metabolism to digest the food you eat before you drink tea or drink the tea in another time like when you do your deadline.



πŸ“ Written for #englishcaption_tea
#englishcaptionchallenge with
@lianailyy
@oz_ahmad
@onlylintangg
@irkhammaulana1
@naniraa_

Sabtu, 11 Juni 2016

RAMADHAN ALA MASJID KAMPUNG JOGOKARIYAN

Suatu kali di bulan ramadhan, aku dan seorang temanku menuju bagian selatan Yogyakarta, Jalan Parangtritis lebih tepatnya. Masih di kilometer awal-awal, kami berbelok ke Jalan Jogokariyan di mana Masjid Jogokariyan megah berdiri di sisi kiri jalan. Ya, itulah Masjid tujuan kami.

Minggu, 22 Mei 2016

MEMASAK; Hijrah dari Ogah menjadi Doyan Parah

Foto alay hasil belajar masak yang terunggah di medsos.

Dulu semasa masih sekolah dan tinggal di rumah, aku paling malas jika diminta  membantu ibu masak, aku akan lebih memilih membantu beres-beres atau bersih-bersih rumah. Bagiku waktu itu, kepuasan melihat sesuatu yang tadinya kotor & berantakan berubah jadi bersih & rapi itu lebih menyenangkan daripada harus berkutat dengan dapur dan aneka bumbu-bumbuan. Alhasil, aku tidak pernah memasak yang benar-benar memasak, hanya terkadang membantu Ibu mengiris/mengulek bumbu. Padahal, sebenarnya, masa itu adalah kesempatan emas berguru pada Ibu yang bakat masak enak menurun bakat nenekku. Malah Bapak pun pernah bilang sebenarnya aku juga bakat masak seperti Ibu setelah beliau makan masakanku (saat ada momen "terpaksa masak" menggantikan ibu yang tengah sakit kala itu). Namun tetap saja, aku enggan mengasahnya hingga 'bakat' itu sepertinya tak mungkin lagi menurun kepadaku.

Namun sesuatu yang bernama waktu menjadi sarana Tuhan memutarbalikkan keadaan. Allah rupanya menakdirkan aku hidup jauh dari ibu terdampar di luasnya bumi perantauan. Perantauan ini salah satunya membuatku sadar bahwa aku harus bisa memasak sendiri.

Senin, 04 April 2016

IBU: WONDER WOMAN DI DUNIA NYATA

 
Secara fisik, lelaki memiliki kekuatan yang lebih dari wanita. Dari segi postur tubuh dan susunan tulang pun, lelaki memiliki kelebihan dibandingkan dengan wanita secara biologis. Namun pada kenyataannya, banyak sekali kisah-kisah wanita dengan kekuatan luar biasa melebihi kekuatan fisik laki-laki yang menjungkirbalikkan fakta pada umumya. Kekuatan wanita-wanita itu bersumber dari kekuatan hati. Bisa jadi, dengan keteguhan hati mereka, maka fisik itu menjadi lebih kuat atau dikuat-kuatkan. Pernahkah kau dengar kisah-kisah wanita melahirkan anak kembar sebanyak 4, 6, atau bahkan 8? Ahli medis mengungkapkan rasa sakit yang dialami oleh ibu melahirkan adalah 57 del (satuan rasa sakit) yang setara dengan rasa sakit jika 20 tulang patah bersamaan, sementara rasa sakit yang mampu ditahan oleh laki-laki hanya sampai 45 del lebih dari itu ia akan mati. Maka aku tak heran jika Tuhan menjanjikan surga bagi para ibu yang gugur di medan “perang” melawan rasa sakitnya melahirkan.

Selasa, 15 September 2015

Catatan Kajian "ISLAMOPHOBIA" oleh Dr. Bilal Philips


Me: Girls... Ke kajian yuk... Kali ini dijamin keren.
The Girls: Hmmm... (nampak ragu-ragu)
Me: Dr. Bilal Philips loh yang dateng.
The Girls: Siapa itu?
Me: Ulama dari Canada tapi kelahiran Jamaica. Beliau S1-nya di Univ. Islam Madinah, S2-nya King Saud, Riyadh, trus S3-nya di Univ Saint David, Wales. Beliau founder Islamic Online Universities, pernah dengar nggak? (jawabnya pake menggebu-gebu biar pada mau ikut juga sih)
The Girls: Oooo... (cuma gitu responnya?!?)
Me: -__________-"
The Girls: Nggak ah, nggak ngerti ntar kan pake Bahasa Inggris.
Me: T.T ada aku keleus (merasa nggak dianggep sebagai mahasiswa Sastra Inggris) Lagipula ada moderator & interpreternya juga kok. Interpreternya udah lebih qualified daripada aku... jelas... wonk Ph.D Student of Newcastle University UK, Muhammad Rezki Hr.
The Girls: Hmmm... (kembali ke respon awal)
Me: -_______-" Baiklah, kesimpulannya berangkat sendiri.

-------------------------

Agak blur sih esensinya aku nulis dialog di atas. Cuma mau ngasi prolog aja kalau sepertinya pada belum mengenal beliau makanya pada kurang excited pas diajak. Malah di sana juga gak serame kalau ada kajian Ulama kece dalam negeri.  Mungkin juga ditambah karena kajiannya bahasa Inggris, jadi makin males kali ya hehehe. Padahal beliau menyampaikannya pakai bahasa Inggris gak kecepetan dan masih mudah dimengerti kok, gak serumit soal TOEFL apalagi IELTS, yakin deh, hahaha. Malah beliau di awal bertanya dulu jamaah pada bisa bahasa Inggris nggak. Karena sedikit yang angkat tangan pas ditanya siapa yang gak bisa bahasa Inggris, maka interpreternya menyampaikan summary di setiap sesi (alhamdulillah gak jadi translate per kalimat, hehehe).

Nah apa isi kajian hari ini? Oke deh kurangkumkan ya, semoga tersampaikan, kalau ada yang belum paham atau ada koreksi dari yang tadi juga datang, silahkan jangan sungkan ngisi kolom komentar untuk tanya atau melengkapi. Kalau sudah paham, silahkan banget di-share agar bermanfaat. Oh ya, nggak usah pake bahasa formal deh ya biar gak bosen baca sampai akhir.

Bismillahirrohmannirrohiiim


Jadi tema besarnya adalah ISLAMOPHOBIA. Widiiih... Serem ya (gimana ngerasa serem, Dwis... wonk artinya aja gak tahu, hehehe). Jadi kalau menurut beliau "Islamophobia is an irrational fear of Islam" alias ketakutan yang gak masuk akal dan gak beralasan terhadan Islam (baik agamanya maupun pemeluknya). Gak usah dicari di kamus, di kamus tadinya istilah Islamophobia juga nggak ada kok (nggak tahu dink yang versi baru udah jadi "new vocabulary" kali ya). Istilah ini tuh baru muncul 90'an. Di UK alias di Inggris sampai ada yang nyurvei ada nggak sih Islamophobia itu di sana (lembaga yang mensurvei tadi apa ya namanya? .... Report gitu. Duh lupa. Maaf ya. Tadi agak nggak fokus gara-gara mantengin polah adek-adek lucu dan nggemesin, anak-anaknya ibu-ibu jamaah kajian). Dan hasilnya positif Islamophobia memang ada. Makanya resmi deh itu istilah Islamophobia dipakai.

Siapa sih nih yang bikin Islamophobia jadi santer alias booming banget? Jadi menurut beliau, sumbernya ada dua. MEDIA dan POLITISI (nah kan jadi tambah skeptis aku nih sama dua oknum ini, eh sori nyelip opini personal deh). Jelas untuk kepentingan mereka. Isu-isu terorisme dan isu-isu berbau Islamophobia lainnya disebarkan dan dibesarkan oleh media. Ibaratnya kong kalikong gitu deh sama para politisi besar supaya berita-berita itu menjadi pengalihan isu supaya kasus mereka rapi tertutupi plus untuk merusak kestabilan umat Muslim juga supaya "yang berkepentingan" dapat lebih menguasai.

Sebenernya akar penyebab Islamophobia itu adalah KESALAHPAHAMAN dan KETIDAKTAHUAN terhadap Islam. Kalau dirangkum ada 3 macam penyebabnya kesalahpahaman itu. Yang pertama karena kesalahpahaman yang DISENGAJA, trusada yang karena MAL-PRAKTEK nilai-nilai ajaran Islam (gak cuma dokter abal-abal yang mal-praktek, jangan-jangan kita juga nih hayo), dan yang terakhir adalah kesalahpahaman yang TIDAK DISENGAJA. Nah, jangan capek baca dulu ya, mau dijelasin satu-satu nih contohnya biar lebih "dong".

Kalau kesalahpahaman yang DISENGAJA itu udah ada sejak jaman Rasulullah SAW ya. Kaum Quraisy dulu mencap Rasulullah sebagai orang gila lah, orang bodoh lah lah, penyihir lah. Jadi dari dulu Nabi Muhammad SAW selalu diceritakan negatif melulu tuh. Kebawa juga rumor negatif itu sampe sekarang. Turun temurun gitu kali ya. Bahkan kata Bilal Philips sampai ada lho buku (judulnya lupa lagi deh. Kali ini nggak fokusnya karena nggak tahu spelling judulnya plus mbak-mbak disamping kiri kanan depan belakang pada njelasin ke temennya masih-masing, dasarnya kupingku susah fokus kalau banyak suara sih) yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad itu jadi "idol" bagi para penghuni neraka jahannam. Kayaknya gitu deh tadi senangkepku. Trus ada lagi buku yang menyebutkan "membebaskan Palestina dari Muhammadan". Nah kata Muhammadannya itu membuat seolah-olah kita kaum Muslim ini adalah penyembah Muhammad. Padahal kan nggak ya. Selain itu, pada masa bangsa Eropa lagi getol-getolnya penjajahan alias kolonialisme, mereka menyebarkan para Missionaris. Missionaris itu ditugaskan untuk menyebarkan berita bohong, negatif, dan fitnah dengan tujuan untuk mencari pengikut supaya pada berpindah agama gitu deh. Kalau saat itu tujuannya biar pada pindah ke agama Kristiani. Nah kesalahpahaman yang disengaja ini jelas punya tujuan besar. Tujuan besarnya ya untuk menguasai sumber daya dunia. Khadafi, Saddam Husein, dan banyak lagi itu memang berita bentukan dan sengaja dibesar-besarkan.  Siapa itu? Amerika... Amerika sekarang ini membentuk kita lewat media. Contoh dong  contoh... Oke, contohnya berita tentang FGM (Female Genital Mutilation). Waduh apaan itu. Selengkapnya sih Googling sendiri ya, kan punya smartphone, masa' phone-nya lebih smart dari yang punya (eh...eh... malah nyolot ini bahasanya rese' deh. Ampun deh ampun, hahaha). Jadi FGM itu semacam sunat alat kelamin perempuan gitu lah. Jadi seperti memotong sebagian atau seluruh organ bukan untuk alasan medis. Ini adalah ritual yang dilakukan oleh beberapa negara di Africa seperti Kenya, Sudan, Ethiopia, dan mana laginya browsing lagi deh nanti. Ada 27-an negara Afrika (hasil browsing barusan, ya masa disebut semua, jangan males browsing sendiri lho ya) serta Yaman, Kurdistan, dan beberapa negara di Asia. Prosesnya sih beda etnik beda prosedur. Yang jelas ini sekarang dianggap ketidaksetaraan gender dan berbahaya terhadap kesehatan seksual perempuan. Nih sampe ada poster anti FGM


Nah hubungannya sama Islam apa tuh? Kalau di Islam kan Rasulullah juga membolehkan khitan untuk perempuan dengan syarat hanya sebagian sehingga tidak sampai merusak kesehatan seksualnya, ya sama seperti khitan bagi lelaki juga tidak sampai mengganggu seksualitas. Nah FGM tadi dianggap sama seperti khitan kalau dalam Islam. Kan jadi pada takut sama Islam, soalnya ngeri sih bayangin praktek FGM. Padahal kan FGM itu prakteknya nggak ada sangkut pautnya sama Islam. FGM di Afrika bukanlah khitan yang diajarkan dalam Islam.
Trus trus ada lagi nih kejadian di Arab, India, (sama mana lagi tadi ya??) yang menyebutkan bahwa bila ada anak perempuan pacaran sama anak laki-laki sampai hamil, maka si Bapaknya akan membunuh si anak perempuan itu untuk menutupi aib yang memalukan keluarga. Nah berita ekstrim begitu sengaja dipampang di halaman muka alias jadi headline "Seorang Bapak Muslim membunuh anaknya blah blah blah". Kan jadi serem Islam kelihatannya. Gimana nggak bikin pada takut tuh. Padahal praktek pembunuhan anak itu bukan ajaran Islam (Nah makanya kalau di Islam kan pacarannya aja udah nggak boleh, ya untuk menghindari kejadian kayak gitu itu). Setahuku adanya hukum Rajam kan ya. Dan itu bukan pembunuhan oleh si Bapak juga kelus.

Selain dari berita yang disalahpahamkan tadi, ada juga mal-praktek yang memang dilakukan kaum Muslim juga dimanfaatkan media untuk dipampang di headline. Bom bunuh diri. Masih ingat kan kasus-kasus bom bunuh diri yang membuat dunia mencap kaum Muslim sebagai teroris? Kasus-kasus bom bunuh diri sebenarnya juga terjadi di Srilanka, Thailand, dan Jepang; sebenernya lebih banyak kasus dari yang dilakukan Muslim malah. Padahal nih kalau dalam Islam, bunuh diri itu kan DOSA, bunuh diri itu HARAM. Lagipula pelakunya itu adalah Muslim yang nyeleneh alias salah kaprah seperti ISIS dsb yang tidak bisa merepresentasikan seluruh Muslim (Jadi inget pernah baca tulisan "Jika ada seorang Muslim bersalah, salahkan orangnya, bukan ajaran Islamnya") Tapi kasus semacam itu justru dibuat booming oleh media sehingga masyarakat non-Muslim di luar sana men-judge Islam adalah agama teroris.

Lanjuut.... Penyebab Islamophobia yang ketiga adalah kesalahpahaman yang TIDAK DISENGAJA. Jadi emang murni karena ketidaktahuan non-Muslim terhadap Islam.

Kesalahpahaman yang pertama kita itu dikira menyembah Ka'bah. Padahal bagi kita kaum Muslim, Ka'bah bukan sesembahan tapi sarana ibadah dan untuk menyeragamkan arah kiblat saat kita shalat. Logikanya kalau memang Ka'bah itu sesembahan kita, nggak mungkin kita tetap menyembah Ka'bah setelah pernah rusak di zaman Ali bin Abi Thalib. Kan kalau kaum pagan biasanya begitu benda yang disembah rusak, mereka akan nyari sesembahan lain. Lagipula pada saat Ka'bah dalam masa perbaikan juga umat Islam tetep shalat kan, karena memang bukan Ka'bah yang kita sembah.

Kesalahpahaman yang kedua kita dikira tidak percaya pada Yesus dan beberapa umat Islam juga ada yang kurang paham benar tentang ini sih. Jadi kan kalau dalam Islam, kita juga percaya Yesus (yang dalam Islam adalah Nabi Isa) tapi kita tidak menyembahnya melainkan mengimaninya sebagai Nabi utusan Allah. Nah kan, Muslim harusnya jauh lebih percaya bahkan, rukun Iman lho. Bahkan dalam kitab Al-Quran, Nabi Isa juga sering disebut-sebut. Namun sekali lagi kita tidak menuhankannya. Tidak menuhankannya bukan berarti tidak mengimaninya. Nah kalau Kristiani bilang, Yesus itu suci dan wow sekali lho dilahirkan tanpa ayah makanya disembah, dijawab saja yang logis. Hawa (Eve) lebih emejing lagi diciptakan tanpa ibu, kan kalau tanpa bapak sekarang secara ilmiah sudah bisa dan nampak masih logis tuh. Lebih keren Hawa donk. Kenapa nggak menyembah Hawa? Dan Adam... lebih ajaib lagi kan lahir tanpa bapak tanpa ibu. Kenapa nggak Adam aja yang disembah? Kenapa Yesus? Nah loh... Kita mah menyembah Allah, Dzat yang menciptakan Adam, Hawa, dan Isa. Tapi Allah itu juga dikira Dewa Bulan gara-gara simbol bulan di kubah masjid. Tuh kan salah paham lagi. Padahal Allah itu ya Tuhan, bukan Dewa seperti dalam agama Hindu yang apa saja ada Dewa-nya. Dewa Sapi, Dewa Kesuburan, Dewa ini dan Dewa itu. Kalau di Arab, non-Muslim pun menyebut tuhan mereka dengan Allaha karena dalam bahasa Arab terminologi untuk tuhan ya Allaha.

Kesalahpahaman yang tak disengaja selanjutnya adalah dikiranya kita Muslim takut sama anjing, sementara di negara Barat anjing itu sudah seperti bagian dari keluarga kan. Padahal kita takut wudhu kita batal karena menyentuh anjing. Faktanya, menyentuh anjing itu TIDAK  membatalkan wudhu. Cukup dibasuh saja. Yang haram itu mengkonsumsi dagingnya. Nah kan, baru tahu ya? Aku juga.

Next ya, jangan ngantuk dulu (padahal yang nulis ini mulai ngantuk, hehehe). UN telah membuat list negara-negara terkorup di dunia. Dan ternyata yang masuk Top Rank alias peringkat teratasnya mayoritas adalah negara Muslim, termasuk Indonesia (duh langsung ketawa miris nan sedih pas Dr. Philips nyebut Indonesia T.T).  Bagaimana melawan pemberitaan miring itu, salah satunya juga dengan media, media yang positif misal media-media Islami dapat menjadi sarana untuk klarifikasi. Kan sekarang banyak tuh channel TV yang Islami, nah itu bisa dimanfaatkan. Tapi action speaks louder than words. Maka setelah itu, Syekh (begitu sih moderator manggilnya) bertanya pada jamaah "Siapa di masjid ini yang berani ngaku bahwa tidak pernah sama sekali mencontek saat ujian selama hidupnya sampai sekarang?" Alhasil, pada cengar cengir nggak berani angkat tangan. Finally, cuma ada 1 yang angkat tangan. Satu diantara ratusan?? (duh harus ketawa apa nangis nih). Dr. Bilal Philips mengapresi pemuda jujur itu dengan menghadiahinya buku. Nah kan, dari situlah nampak bahwa kita belum bisa bersikap jujur, Gaes. Beliau menjelaskan, bagaimana ada dua macam pelajar Muslim (duh pas ini nggak begitu denger e). Intinya sih berdasarkan orientasinya. Ada yang rela melakukan apa saja asal selesai skripsinya, segera kerja, dan dengan bekerja dia bisa menghasilkan uang. Nah ini, itu berarti orientasinya DUNIAWI. Pelajar Muslim yang seperti ini sama saja dengan pelajar pada umumnya. CHEATER! alias tukang curang (pantesan korup). Lalu beliau bertanya, "Memangnya kalau semua politisi yang sedang menjabat sekarang diganti kalian, kondisi benar-benar akan berubah?" Kami diem deh, speechless. Kondisi gak akan berubah orang tadi yang jujur nggak pernah nyontek aja cuma satu, hihihi... Iya, kondisi negara yang korup ini nggak akan berubah kalau kita yang dari masih pelajar aja udah nggak jujur. Emang sih ini karena sistem pendidikan yang masih mengekor Barat. Yang seolah-olah memang dibentuk untuk berdaya saing sampai-sampai menghalalkan apapun termasuk berbuat curang agar mampu bersaing. Kita harusnya berkaca pada para Sahabat Rasul yang sampai-sampai mendapat gelar Al-Amin karena kejujurannya (terpercaya). Sehingga mereka mampu memimpin rakyatnya jadi sejahtera. Nah kita? Selama kita belum bisa mengubah diri kita sendiri menjadi pelajar yang jujur, negeri ini, Indonesia kita ini akan tetap sama saja. Lalu harus menjadi pelajar macam apa? Kata Syekh, ubahlah FOKUS/ORIENTASI yang tadinya duniawi menjadi surgawi. Niatkan ibadah, terus ingat Allah. Fokus untuk menggapai prestasi jannah, baik itu gurunya maupun muridnya. Jangan lagi fokus beli motor, beli mobi, bangun rumah, pasangan, dll.  So, tanyakan pada diri sendiri: "Apa tujuanku?", "Apa target utamaku?"

Mau berubah? Mauuuu....
Maka Syekh Philips mengajak bersumpah saat itu juga.
"WALLAHI... SAYA TIDAK AKAN MENCONTEK LAGI DALAM UJIAN APAPUN. INSYA ALLAH"
Pesan beliau, kita ini bagian dari perubahan, maka lakukanlah yang terbaik dan niatkan sebagai ibadah. Sesuai bidang keahlianmu, mari jadikan Islam berjaya di berbagai bidang.

------------
SESI TANYA JAWAB
1. Tadi menyinggung masalah menyentuh anjing tidak membatalkan wudhu, memangnya bagian mana dari anjing yang sebenarnya membatalkan wudhu?
Jawaban: TIDAK ADA. Tak ada bagian manapun dari anjing yang membatalkan wudhu. Tidak ada hadits yang menyebutkan itu. Boleh memelihara anjing, apalagi anjing juga bermanfaat untuk keamanan, terutama bagi mereka yang memiliki peternakan. Yang tidak boleh adalah memasukkan mereka ke dalam rumah apalagi sampai tidur bersama anjing-anjing itu, bahkan sampai menciuminya seperti yang lumrah dilakukan di Barat sana. Tidak perlu sampai seperti itu bila memelihara. Bahkan, kata beliau, jika tanganmu tanpa sengaja terkena liurnya cukup dengan dibasuh saja.

2. Bagaimana sih perkembangan Islam di negara-negara Eropa, Amerika, dll?
Jawaban:  Perkembangannya sedang MENINGKAT PESAT. Banyak sekali muallaf. Bahkan Al-Qur'an menjadi 'buku' Top Best-Seller. Semakin rumor negatif tentang Islam disebarkan, semakin mereka penasaran dan akhirnya mempelajari Islam lebih dalam. Bahkan tadi kalau nggak moderatornya ya interpreternya turut menjelaskan statistik peningkatan jumlah muallaf di Amerika. Sampai diperkirakan sebelum tahun 2050 Amerika bisa menjadi negara yang hampir mayoritas Islam. Wow! Dulu tidak ada media yang menyebutkan satu kata 'Islam' pun di sana. Sekarang justru sangat sering disebut-sebut. Disadari atau tidak, pemberitaan tentang Islam justru menjadi "Islamic Awakening" bagi masyarakat dunia.

3. Bagaimana menjelaskan tentang hijab, tidak bersalamannya lelaki dan perempuan, jenggot dsb kepada sahabat/teman/keluarga/rekan kita yang Non-Muslim?
Jawaban: Jelaskan saja bahwa di agama mereka pun sebenarnya juga pakai hijab, biarawati bahkan perempuan di sekitar Yesus (bila dilihat dari lukisan-lukisan) juga memakai jilbab, hanya saja beda bentuknya. Untuk tidak bersentuhannya lelaki dan perempuan adalah bentuk memuliakan perempuan agar terhindar dari syahwat alamiah laki-laki. Jadi tujuannya justru untuk melindungi. Apalagi sekarang wanita dijadikan sebagai alat pemasaran "sexual marketing". Produk apa saja mayoritas diiklankan oleh wanita. Bahkan sensualitas perempuan lebih ditonjolkan daripada produk itu sendiri.
-------------------------

Demikian, Pemirsa.
Saya Dwis Riyuka melaporkan langsung dari Masjid Kampus UGM (yang dilanjutkan di nulis laporannya di kos, hahaha).
*sambil bergaya sok ala-ala reporter gitu

Semoga bermanfaat ya, terima kasih sudah membaca. Oh iya, insyaAllah bulan November atau Desember Dr. Bilal Philips akan ke Indonesia lagi, karena udah mengenal siapa beliau, jangan sungkan datang ke lecturing beliau ya insyaAllah.
-----------------------
Tabligh akbar mengenai:

“Islamophobia”
Dengan pemateri istimewa:
Dr. Bilal Philips (Da’i dari Amerika, S1 Univ. Islam Madinah, S2 King Suud Univ., S3 Saint David Univ., pimpinan Islamic Online University)
Ceramah disampaikan dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan
Tempat di Masjid Kampus UGM, Kampus Bulaksumur, UGM. Hari Senin, 1 Dzulhijjah 1436H, atau 14 September 2015, pukul
18.00 Wib sampai selesai.
Penerjemah: Muhammad Rezki Hr (Ph.D Student Newcastle University UK, Member of KIPMI)
Keynote Speaker: Dr.Eng Tri Agung Rohmat, M.Eng (Advisory Board Member KIPMI, Associate Professor, Mechanical Engineering UGM)

Sabtu, 07 Februari 2015

Selebrasi Empat Belas Februari


Sebentar lagi tanggal 14 Februari, jatuh pada hari Sabtu pula. Pada hari itu (plus beberapa hari menjelang dan beberapa hari setelahnya pun) akan ada pernak pernik serba pink di toko-toko dan galeri mall disodorkan sebagai kado; akan ada bermacam-macam merk dan variasi coklat dijual promo; akan ada banyak tempat hiburan dan tempat makan belagak diskon dalam rangka hari Kasing Sayang; akan ada banyak muda mudi melakukan selebrasi; akan ada banyak event dan acara bertajuk kasih sayang atau cinta; akan ada banyak pemuda mengungkap cinta pada pujaannya, menganggap Valentine adalah momen tepat untuk 'hari jadian' mereka; bahkan bisa saja kondom-kondom laris terjual pada hari itu, maaf agak tabu lha katanya ini kan generasi frontal, kalimatnya dikiaskan diperhalus mah pasti diabaikan. Yaaa intinya akan ada banyak orang disibukkan dengan mengumbar cinta yang bukan pada tempatnya. Naudzubillah...

Senin, 29 Desember 2014

BEGADANG DI GUDANG

Ada masa-masa mahasiswa dilumat kesibukan luar biasa. Bisa jadi karena jadwal yang memang padat, atau karena lalainya mengatur jadwal walau tidak begitu padat. Mahasiswa-mahasiswa dengan segala sibuknya adalah mereka yang mengaktifkan diri di organisasi, atau di komunitas, atau sedang mengabdikan diri di suatu kepanitiaan, atau bahkan sambil bekerja paruh waktu. Tidak bisa dipungkiri, banyak mahasiswa macam ini yang bermetamorfosa menjadi mahasiswa yang melalaikan dirinya sendiri.

Mahasiswa lalai ini kerap mengabaikan diri sendiri. Jangan kira sempat liburan, Sabtu Minggu saja sering ada kegiatan. Makan sudah tak teratur lagi. Pakaian ditumpuk dulu, dicuci seminggu sekali. Kamar bisa dikatakan berantakan sekali. Buku bacaan dan kertas-kertas tugas di sana sini. Tidak heran teman lainnya mengatakan kamarnya serupa gudang. Selain itu, demi merampungkan segala kewajiban, sampai malam ia dituntut begadang. Sampai-sampai begadang sudah menjadi kebiasaan.

Ah… begadang di ‘gudang’, apa boleh buat. Begitu penat, barulah kamar dirombak, meluangkan waktu agar sempat. Ah… begadang di ‘gudang’, tak mau lagi-lagi tapi tetap saja terulang lagi. Susah sekali mengelak keadaan ini. Amanah dan tanggung jawab menjadi prioritas, takkan tenang mengurus diri sebelum semua tuntas.

Dan setidaknya seminggu sekali, gudang berubah menjadi sangat rapi. Dan saat gudang itu bukan gudang lagi, pikiran menjadi lebih jernih lagi. Maka jangan membiarkan gudang selamanya gudang, sebab tak mungkin kau selalu tahan.

Sabtu, 27 Desember 2014

KESAN ADALAH PRASANGKA

Segala KESAN hanyalah PRASANGKA manusia.

Seseorang terkesan JAHAT, karena mungkin wajahnya mengundang prasangka demikian. Nyatanya bisa saja dia sebenarnya baik dan berhati lembut setelah kita dekat dengannya. Atau mungkin karena sikapnya salah dan tega menurut kita, padahal ia pasti punya alasan melakukannya.

Seseorang terkesan CUEK, karena mungkin dia tidak banyak bicara. Padahal bisa saja ternyata dia adalah orang yang penuh perhatian dan hangat kepada orang-orang yang bersedia mendekatinya.

Seseorang terkesan TIDAK/KURANG IKHLAS, karena kita sok tahu dan menduga-duga tentangnya. Padahal keikhlasan hanya Allah semata yang mengetahuinya.

Seseorang terkesan BAIK, karena hanya nampak yang baik-baik darinya di mata kita. Padahal Allah-lah yang sedang menutupi aib-aibnya.

Seseorang terkesan HEBAT, karena mungkin yang ditunjukkan kepada kita adalah kehebatannya. Padahal setiap orang pasti punya sisi lemahnya. Allah-lah yang memberinya kebisaan padanya untuk menutupi kelemahannya dengan sisi hebatnya.

Seseorang terkesan JUTEK, karena cara bicaranya yang membuat kita berkesan seperti itu terhadapnya. Padahal mungkin saja sebenarnya dia adalah pribadi yang ramah.

Begitulah manusia, sering bahkan mungkin selalu berprasangka. Namun manusia harus menyadari bahwa prasangkanya belum tentu benar adanya. Apapun kesan yang kau tangkap, berprasangka baiklah.

Jumat, 26 Desember 2014

MENYAMPAIKAN DENGAN APAPUN KEBISAAN

Banyak yang lebih merespon posting tentang hidup dan kehidupan (misalnya prestasi, ungkapan perasaan, pengalaman, dsb) daripada posting-posting yang menyampaikan ilmu. Ini bukan ngawur, melainkan dari pengamatan kecil-kecilan tentang respon dari Masyarakat Facebook, baik itu posting saya sendiri maupun posting sesama anggota Masyarakat Facebook. Tidak mudah rasanya untuk bisa menyenangi ilmu bagi beberapa orang. Banyak orang masih melihat siapa yang menyampaikan, bukan apa yang disampaikannya. Sehingga banyak orang pula mengabaikan pesan-pesan baik dari orang yang bagi mereka ‘belum patut didengarkan’.

Banyak orang tersebut masih tak senang membaca ilmu dari mana saja, termasuk apa yang dituliskan temannya (apalagi di sosial media). Mereka hanya membaca apa yang ingin mereka baca. Dan itupun tergantung siapa yang menuliskannya. Mereka enggan membaca tulisan dari yang ‘bukan siapa-siapa’ dan memuji setinggi langit tulisan dari yang ‘sudah ternama’ meski secara isi sebenarnya sama saja. Banyak orang tersebut yang masih senang didengarkan, tapi tak mau mendengarkan (ah… mungkin terkadang saya juga masih termasuk di dalamnya). Sehingga mereka mengacuhkan apa yang orang lain katakan, dan menimpalinya dengan apa yang ingin mereka katakan. Alhasil, ilmu yang disampaikan terlewatkan, bahkan terpantulkan.

Di sisi lain, kita tetap berkewajiban untuk tetap 'menyampaikan', meski dengan apapun kesulitan.
Ψ¨َΩ„ِّΨΊُوا ΨΉَΩ†ِّΩ‰ وَΩ„َوْ ؒيَΨ©ً
"Sampaikanlah walau hanya satu ayat." (HR. Bukhari)
Maka kita harus pandai-pandai menyampaikan dakwah dengan cara yang berbeda. Tidak perlu pusing dan muluk-muluk memikirkan bagaimana caranya, kita bisa mengambil cara yang dekat dengan kita dan kita sukai tentunya. Kita masih tetap bisa menyampaikan dengan hobi dan keahlian yang kita miliki. Memangnya bisa? Ya bisa saja. Tidak percaya? Ini sudah ada contoh-contohnya:

Berdakwah dengan KOMIK.
Komik menjadi salah satu bacaan yang disukai banyak kalangan, apalagi remaja. Para penggemar komik jelas lebih suka membaca komik daripada bacaan lain. Jika kamu suka menggambar dan berkomik ria, dakwah pun bisa disampaikan melaluinya. Fanpage LINGKAR KOMIK (klik https://www.facebook.com/LingkarKomik) adalah salah satu komik dakwah Islam. Saat ini memiliki 25.476 penyuka, besar kan potensi penyampaiannya? (Never give it up ya mbak Asa, bang Zia, dan bang Tamam - para kontributornya). Masih banyak lho komik-komik dengan passion semacamnya, seperti KOMIK BIEBO dengan 10.534 penyuka (klik https://www.facebook.com/KomikBiebo, THE MUSLIM SHOW dengan 643.557 penyuka (klik https://www.facebook.com/themuslimshow) yang kini sudah ada versi Indonesia THE MUSLIM SHOW INDONESIA dengan 37.641 penyuka (klik https://www.facebook.com/muslimshowindonesia), NYOL NYOL COMICS dengan 4.482 penyuka (klik https://www.facebook.com/nyolnyolcomics), dan masih banyak lagi.

Berdakwah dengan DESAIN GRAFIS.
Desain grafis tengah menggeliat dan sedang hangat. Tidak hanya gambar, kombinasi tulisan aneka font yang dipadupadankan dengan pas bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi Masyarakat Facebook. Bahkan bisa dikatakan 'lebih menyampaikan' daripada ceramah di depan mimbar. Banyak akun yang telah menggunakan desain grafis untuk posting mereka. Contohnya
ALFATIH STUDIOS -- https://www.facebook.com/alfatihstudios
RENDRA VISUAL -- https://www.facebook.com/rendra.visual
MAHASISWA MUSLIM GADJAHMADA -- https://www.facebook.com/pages/Mahasiswa-Muslim-Gadjah-Mada
dan masih banyak lagi

Berdakwah dengan KOMUNITAS.
Dakwah juga bisa melalui komunitas. Kelompok kecil yang yang dirintis lama-lama membesar dan yang utama adalah bisa memberi dampak kemanfaatan. Jika kau mempunyai komunitas, kelolalah menjadi komunitas yang bermanfaat dalam kebaikan. Contohnya
GAPURA -- https://www.facebook.com/pages/Gapura/621458367906605
TERAS DAKWAH -- https://www.facebook.com/TerasDakwah

Berdakwah dengan MEDIA SOSIAL.
Mulai dari Facebook, Twitter, Path, Instagram, Google+, WhatsApp dan apapun itu sebenarnya bisa kita jadikan sarana dakwah. Bukankah akan lebih bermanfaat daripada menggunakan medsos untuk berkeluh kesah, ajang pamer, apalagi sebagai sarana menyebar fitnah. Naudzubillah. Ikuti akun-akun penebar kebaikan, sekalipun itu hanya akun milik teman. Bukankah lebih penting apa yang disampaikan bukan siapa yang menyampaikan. Selain itu juga isilah akunmu sendiri dengan posting berisi kebaikan sebagai ladang amal.

Berdakwah dengan BUKU.
Jika passionmu adalah menulis dan kamu sudah punya tulisan, 'nyata'kanlah tulisanmu dengan buku. Jika memang belum punya tulisan, jadikanlah 'buku impian'mu sebagai motivasi dan semangatmu untuk terus menulis. Saya tidak akan menyebutkan buku-buku dan penulis yang sudah bestseller. Saya justru ingin menghadirkan penulis-penulis yang bisa dikatakan pemula (tidak pemula sekali sih sebenarnya) agar kita terinspirasi. Fadil Ibnu Ahmad, menulis buku "DAKWAH ONLINE" saat statusnya masih menjadi mahasiswa (klik https://muslimgreget.com/). Begitupun Rizki Ageng Mardikawati yang menempuh jalan self-publishing untuk menerbitkan buku-bukunya dengan Pelangi Inspirasi (klik https://www.facebook.com/pages/Pelangi-Inspirasi/372920852886252). Mereka bisa, kamu pun bisa bila berjuang setidaknya sekeras mereka.

Berdakwah dengan CERPEN.
Jika memang belum bisa membuat buku atau novel, kamu bisa menulis yang lebih pendek, yaitu cerpen. Publish di blog dan atau ikutkan ke berbagai perlombaan agar bisa terpublikasikan. Syukur-syukur mendapat gelar kejuaraan. Selain itu, cerpen juga bisa digunakan untuk sarana latihan menulis kreatif/fiksi yang lebih kompleks seperti novel.

Berdakwah dengan KARTUN.
Jangan siakan bakatmu menggambar kartun kartun lucu, sesederhana apapun itu. Kartun bukan lagi milik anak-anak, tapi sesiapapun. Buktinya penyuka akun dan fanpage tentang Islam berikut sudah bejibun:
KARTUN MUSLIMAH -- https://www.facebook.com/DakwahMuslimah atau https://www.facebook.com/pages/Kartun-Muslimah/207391072659690
KARTUN DAKWAH -- https://www.facebook.com/pages/Kartun-Dakwah/463953940370323

Berdakwah dengan WEBSITE/BLOG/TUMBLR.
Suka menulis atau ingin menyampaikan tulisan yang kamu baca dari sumber lainnya? Buat saja website, atau blog yang lebih sederhana.
UMATMUHAMMAD.COM -- https://www.facebook.com/umatmuhammadcom atau umatmuhammad.com
MUSLIM.OR.ID -- https://www.facebook.com/muslim.or.id atau www.muslim.or.id

Jadi ada seribu jalan dakwah. Apapun hobinya, kita bisa mengoptimalkannya untuk hal-hal yang lebih bermanfaat sebab agama Islam bukan pengekang. Barangsiapa menolong agama Allah, Allah akan menolongnya. Begitu kan?!
Alangkah membahagiakan jika hobi dan keahlian kita dapat kita pergunakan untuk menyebarluaskan kemanfaatan. Alangkah beruntungnya bila hobi dan apa yang kita bisa dapat membantu kita semakin dekat dengan Jannah-Nya.
Sampaikan dengan apapun kebisaan. Hamasah!


*Ditulis untuk tugas perdana forum non-fiksi FLP Yogya. Silahkan sumbang saran dan kritikan diposkan di kolom komentar. Syukron.

Senin, 15 Desember 2014

WASPADA RIYA' DAN UJUB!


Mungkin bukan demikian niatmu.
Namun, status-statusmu tentang ibadahmu bisa memangkas ikhlasmu,
bahkan bisa menghapus pahalamu.

Jika pun berDAKWAH,
tentu BUKAN dengan MENGUMBAR IBADAH.
Shalatmu, puasamu, sedekahmu, dan macam-macam ibadahmu itu,
biar saja hanya Dia yang tahu.

MERAPAT bukan MENGINJAK

Suatu kali saat berjamaah di masjid kampus, akwat disamping saya menginjak ujung kaki saya saat merapatkan shaf. Haikk... nyuutt. Mungkin tak sengaja, pikirku.Maka kala itu, ini belum menjadi masalah bagiku. Di kesempatan lain saat shalat, ternyata hal serupa terulang. Kali ini akhwat di samping saya terlambat satu rakaat. Dia merapatkan shaf dan nyuutt (sepertinya akhwat kali ini lebih besar dari yang kemarin). Saya sedikit menggeser kaki namun tetap menjaga kerapatan shaf. Namun rakaat berikutnya, dia kembali melakukan hal yang sama bahkan lebih melebarkan kakinya agar bisa mencapai ujung kakinya sampai terinjak. Well, jujur ini mengganggu kekhusyukan. Dan tiap berjamaah ada saja yang seperti itu. Bukannya saya tidak menghargai keberagaman, tapi yang seperti itu sedikit mengganggu bagi saya. Maklum kaki saya kecil, kalau diijak unjungnya oleh kaki yang seringnya memang lebih besar daripada saya, itu sangat terasa. 

Saya tahu, niat beliau adalah untuk merapatkan shaf. Tapi sepanjang yang saya tahu, merapatkan shaf adalah dengan memastikan bahwa bahu menempel, mata kaki merapat, dan dianjurkan meluruskan shaf. Tidak harus sampai menginjak kan? 

Jumat, 12 Desember 2014

RAHASIAKAN pinangan, UMUMKAN pernikahan

"RAHASIAKANkanlah pinangan, UMUMkanlah pernikahan." (HR. Ibnu Hibban 1285, Ath-Thabarani I: 1/69, dan lainnya)
Itu sunnah Rasulullah. Maka jika mengganti status di Facebook menjadi bertunangan, tidak di'set 'private' artinya banyak orang bisa melihat, apakah itu bisa disebut merahasiakan??

Selasa, 25 November 2014

HARI GURU?

Hari ini 25 November 2014. Tepatnya adalah selebrasi Hari Guru.
Berduyun-duyun orang-orang mengirimkan ucapan "Selamat Hari Guru".
Bahkan mbah Google saja juga memberi ucapan untuk Hari Guru Nasional:
Halaman awal Google

Tapi segala ucapan yang hanya diucapkan sehari itu, apakah bermakna mendalam? Apakah memberi perubahan yang signifikan?

Minggu, 30 Juni 2013

TIGA KUNCI MENUMBUHKAN JIWA ENTERPRENEURSHIP MULAI DARI KEHIDUPAN KAMPUS


Enterpreneurship tengah marak diperbincangkan. Bahkan sering menjadi topik di seminar-seminar lokal, regional, maupun nasional. Berbagai bidang lain pun dikaitkan dengan kewirausahaan. Muncul istilah-istilah seperti edupreneurship, technopreneurship, agropreneurship, bluepreneurship, dan lain sebagainya. Agaknya bangsa ini tengah membangun jiwa pengusaha, bukan lagi pekerja. Menumbuhkan jiwa berpikir kreatif daripada mengikuti aturan semata. Kewirausahaan diharapkan dapat membangun kemandirian bangsa terutama di bidang ekonomi, karena kewirausahaan tidak hanya berfokus pada hasil namun juga proses. Sejatinya, enterpreneurship melatih kita untuk tidak bergantung pada orang lain, tidak bergantung pada gaji atau tunjangan tapi justru berusaha membuka lapangan usaha, tidak bergantung pada keadaan tapi berusaha mengubah keadaan, tidak tergilas oleh era zaman tapi berusaha untuk bertahan dan berkembang. Di sisi lain, mahasiswa merupakan para calon-calon sarjana pengubah masa depan bangsa. Sarjana diharapkan dapat membawa perubahan di banyak bidang. Namun fakta menunjukkan para lulusan sarjana banyak terperangkap di zona aman. Berdasarkan hasil riset, sebesar 83.18 % lulusan sarjana lebih berminat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan hanya 6.12% yang berminat menjadi wirausahawan. Ketika ditanya mengapa ingin menjadi PNS, mayoritas menjawab agar hari tua lebih terjamin. Prosentase minat lulusan sarjana tersebut menunjukkan jiwa bergantung yang masih tinggi. Tidak heran jika jumlah lulusan sarjana pengangguran meningkat. Mereka yang tidak lolos seleksi pegawai negeri kelimpungan mencari lapangan pekerjaan, sedang mereka tidak banyak pengetahuan, pengalaman, bahkan minat berwirausaha karena mengandalkan prospek pegawai negeri yang menerima gaji setiap bulannya. Ahirnya banyak yang menganggur atau berpekerjaan tidak tetap. Oleh karena itu, jiwa enterpreneurship sangat perlu ditumbuhkan di kehidupan kampus. Ada tiga hal yang dibutuhkan untuk mempersiapkan para mahasiswa menjadi sarjana dengan jiwa enterpreneurship: mental building, knowledge input, dan habit.


Minggu, 23 Juni 2013

Men Are from Mars, Women Are from Venus (2)

Men Go to Their Caves and Women Talk

One of the biggest differences between men and women is how they cope with stress. Men become increasingly focused and withdrawn while women become increasingly overwhelmed and emotionally involved. At these times, a man’s needs for feeling good are different from a woman’s. He feels better by solving problems while she feels better by talking about problems. Not understanding and accepting these differences creates unnecessary friction in our relationships.


COPING WITH STRESS ON MARS
When a Martian gets upset he never talks about what is bothering him. He would never burden another Martian with his problem unless his friend’s assistance was necessary to solve the problem. Instead he becomes very quiet and goes to his private cave to think about his problem, mulling it over to find a solution. When he has found a solution, he feels much better and comes out of his cave.
If he can’t find a solution then he does something to forget his problems, like reading the news or playing a game. By disengaging his mind from the problems of his day, gradually he can relax. If his stress is really great it takes getting involved with something even more challenging, like racing his car, competing in a contest, or climbing a mountain.

***
To feel better Martians go to their caves to solve problems alone
***

COPING WITH STRESS ON VENUS
When a Venusian becomes upset or is stressed by her day, to find relief, she seeks out someone she trusts and then talks in great detail about the problems of her day. When Venusians share feelings of being overwhelmed, they suddenly feel better. This is the Venusian way.
On Venus sharing your problems with another actually is considered a sign of love and trust and not a burden. Venusians are not ashamed of having problems. Their egos are dependent not on looking “competent” but rather on being in loving relationships. They openly share feelings of being overwhelmed, confused, hopeless, and exhausted. A Venusian feels good about herself when she has loving friends with whom to share her feelings and problems. A Martian feels good when he can solve his problems on his own in his cave. These secrets of feeling good are still appli- cable today.

***
To feel better Venusians get together and openly talk about their problems
***


Jumat, 21 Juni 2013

Men Are from Mars, Women Are from Venus (1)

Each day millions of individuals are searching for a partner to experience that special loving feeling. Each year, millions of couples join together in love and then painfully separate because they have lost that loving feeling. From those who are able to sustain love long enough to get married, only 50 percent stay married. Out of those who stay together, possibly another 50 percent are not fulfilled. They stay together out of loyalty and obligation or from the fear of starting over.

Very few people, indeed, are able to grow in love. Yet, it does happen. When men and women are able to respect and accept their differences then love has a chance to blossom.

Men Are from Mars, Women Are from Venus, pg. 6-7
#JohnGray

Senin, 28 November 2011

9 Tipe Penamaan Facebook

Assalamu’alaikum, Kawan...
Kali ini kita ngomongin masalah penggunaan teknologi jejaring sosial yang sedang kita gunakan ini... Ya, FaceBook atau FB. Pernahkah teman-teman teringat atau kangen sama teman lama, misalnya teman SD atau SMP? Atau teman-teman mau cari teman seangkatan di SMA yang dulu gak sekelas? Nah temen-temen pasti pernah mencoba mencari mereka di FB kan...? Namun sayang ya, kita terkadang tidak bisa menemukan mereka.
Tidak ada yang salah dengan teknologi, tapi penggunanya yang sedikit menyimpang dari fungsi/tujuan diciptakannya teknologi tersebut. Seperti halnya FB yang diciptakan untuk mempermudah komunikasi namun dalam aplikasinya kita tetap kesulitan mencari “seseorang” karena modifikasi nama (biasanya disebut lebay). Dari sini bisa kita klasifikasikan tipe2 gaya penamaan di FB. Sebelumnye maaf-maaf ye kalo ade salah kate... Tulisan ini cuma opini, tapi semoga bermanfaat. Simak yuuuk... –mohon maaf pula bilamana ada kesamaan nama sebagai contoh-