Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Februari 2017

(BUKAN) KAMUS BERJALAN

Sumber: Pinterest
"Tring!" Sebuah pesan masuk. Lalu diikuti beberapa pesan lain. Isinya adalah kiriman foto atau screenshoot sebuah teks 1 halaman yang diikuti pesan "Mbak, bahasa Inggrisnya apa?" Kadang juga ada pesan copy-paste 1 paragraf lebih yang disusul kalimat "Dwis, bahasa Inggrisin dong!" Bahkan pernah juga mengirimi soal-soal bahasa Inggris dengan bubuhan pesan "Mbak, tolong bantuin ngerjain ya. Itu nomer 23-30 jawabannya apa?"

Umumnya jawaban andalanku:
"You try first." 
"Coba kalau menurutmu gimana dulu?"
"Kirim versimu? Nanti coba ta koreksi kalau ada yang kurang tepat."
"Yang perlu dijelasin atau belum bisa yang bagian mana?"

Ada yang kemudian balas lagi "Okay deh ta coba dulu ya, nanti benerin." Ada pula yang balas "Ayolah... aku nggak bisa." atau "Duh nggak bisa semua, makanya nanya."

Well, saya sudah gemes pingin nulis uneg-uneg ini dari dulu. Dan serius deh aku nggak bisa nulis ini dengan versi santun mendayu-dayu. Kayaknya memang harus kutulis lugas.

Entah pengalaman begini memang dialami sama semua anak jurusan bahasa sastra Inggris, pendidikan Inggris, de el el yang berbau-bau Inggris) atau nggak. Bukannya nggak mau bantu ya tapi aku (mungkin juga mewakili anak bahasa Inggris yang lain) paling geregetan kalau pada nanya bukan karena mau belajar tapi emang karena males. Keliatan kaleee. Pesan-pesan itu dari segi bahasa pun kesannya maksa, nyuruh, bukan minta tolong. Beneran deh aku pun jadi malas meladeni sebenarnya, karena aku juga sedang melakukan kesibukanku. Dipikir gampang dan cepet apa nerjemahin segitu. Nggak tahu sih karena ada sisi perfeksionis atau gimana, aku selalu butuh ngecek bener nggaknya beberapa istilah melalui aplikasi kamus Cambridge. Atau setidaknya utak-atik kalimat terjemahannya biar lebih sesuai konteks dan bahasa. Apalagi kalau memang teksnya bertema bidang khusus ya aku juga harus nyari vocab yang nggak kuhafal. Aku bukan orang Inggris asli, juga bukan orang dengan IQ super tinggi, jadi aku nggak hafal jutaan vocab di kamus ya. Bahasa Indonesia aja ada kosakata yang nggak kutahu dan hafal. Lagipula, sebagai anak Bahasa Inggris tentu aku punya tuntutan (sekaligus beban) moral buat ngasi terjemahan yang bener, tuntutannya yang lebih gede daripada anak jurusan lain tapi pinter bahasa Inggris. Kalau salah, kurang tepat, terdengar aneh, toh pasti pada protes kan?? 

Jadi please, tolong, kumohoooon, jangan jadikan aku kamus berjalan andalan kalau kalian lagi mendadak butuh tapi males nerjemahin (ya keleus bagian yang kalimat sederhana "Saya berpikir bahwa...." atau "Saya suka memasak" dan kalimat sederhana lainnya harus banget saya terjemahin? Nggak tahu atau pada nggak mau tahu sih??), atau kalau kepepet pas ujian langsung ngirim soal nyuruh njawabin, atau kalau mau sok-sokan ngirim chat bahasa Inggris ke gebetan, dan aneka alesan njengkelin lainnya. Please don't do that to me again! I'm pissed off. Really. Njengkelin tau...

Beda dengan yang memang niat belajar. Dari bahasa aja udah beda, jelas lebih sopan dan enak didengar.
"Mbak bahasa Inggrisnya ...... apa ya?"
"Kalau dirangkai jadi kalimat bener begini nggak, mbak?"
"Mbak tolong koreksikan kalimat saya ini bener nggak ya?" (asal nggak dadakan minta dikoreksikan berlembar-lembar hasil google translate deh)
Aku bakal lebih respect dong pastinya, apalagi kalau: "Mbak, translate di mbak per halamannya berapa ya? Aku mau minta tolong nerjemahin nih..." (eaaaa...hahaha, rejeki nih susah nolaknya).

Intinya sih, cobalah sedikit respect sama ilmu dan waktu orang lain. Ini nggak cuma berlaku buat anak bahasa Inggris aja lhoh. Pun berlaku pada temanmu yang bisa desain, bisa ngomik, bisa ini, bisa itu. Minta tolong boleh, but please respect and have a heart! Thanks.

Senin, 31 Oktober 2016

DEL: Mudah Menghafal Irregular Verbs ala Dwis English


Hallo semua! Apa kabar skill bahasa Inggrisnya... eaaaa...
Dari anak SD sampe yang udah kerja atau berkeluarga pun tetap harus di-upgrade terus ya skill Bahasa Inggrisnya.

Nah, pernah nggak sih ngalamin kalau ketemu sama irregular verbs, rasanya udah susah duluan mau ngafalin gegara ngeliat list-nya yang banyaaaak banget itu. Biar nggak takut susah duluan dan insyaAllah bisa lebih gampang ngafalinnya, Miss Dwis dapat ide nih cara paling easy nih.
Ini dia kupersembahkan tips n tricks
MENGHAFAL IRREGULAR VERBS
untuk kalian semuaaa <3



Nah contohnya di bawah ini nih.
Miss Dwis bikin desain sederhana biar bisa diprint jadi cards atau mini notebook gitu.
Simple dan bisa dibawa ke mana-mana deh, kita bisa ngapain aja sambil ngafalin.
Versimu gimana? Share dong ke kita-kita... 


























Nah gimana? Udah dicoba? Berhasil nggak?
Ditunggu deh sharing pengalamannya di kolom komentar.

Selasa, 11 Oktober 2016

Minggu, 22 Mei 2016

MEMASAK; Hijrah dari Ogah menjadi Doyan Parah

Foto alay hasil belajar masak yang terunggah di medsos.

Dulu semasa masih sekolah dan tinggal di rumah, aku paling malas jika diminta  membantu ibu masak, aku akan lebih memilih membantu beres-beres atau bersih-bersih rumah. Bagiku waktu itu, kepuasan melihat sesuatu yang tadinya kotor & berantakan berubah jadi bersih & rapi itu lebih menyenangkan daripada harus berkutat dengan dapur dan aneka bumbu-bumbuan. Alhasil, aku tidak pernah memasak yang benar-benar memasak, hanya terkadang membantu Ibu mengiris/mengulek bumbu. Padahal, sebenarnya, masa itu adalah kesempatan emas berguru pada Ibu yang bakat masak enak menurun bakat nenekku. Malah Bapak pun pernah bilang sebenarnya aku juga bakat masak seperti Ibu setelah beliau makan masakanku (saat ada momen "terpaksa masak" menggantikan ibu yang tengah sakit kala itu). Namun tetap saja, aku enggan mengasahnya hingga 'bakat' itu sepertinya tak mungkin lagi menurun kepadaku.

Namun sesuatu yang bernama waktu menjadi sarana Tuhan memutarbalikkan keadaan. Allah rupanya menakdirkan aku hidup jauh dari ibu terdampar di luasnya bumi perantauan. Perantauan ini salah satunya membuatku sadar bahwa aku harus bisa memasak sendiri.

Senin, 04 April 2016

IBU: WONDER WOMAN DI DUNIA NYATA

 
Secara fisik, lelaki memiliki kekuatan yang lebih dari wanita. Dari segi postur tubuh dan susunan tulang pun, lelaki memiliki kelebihan dibandingkan dengan wanita secara biologis. Namun pada kenyataannya, banyak sekali kisah-kisah wanita dengan kekuatan luar biasa melebihi kekuatan fisik laki-laki yang menjungkirbalikkan fakta pada umumya. Kekuatan wanita-wanita itu bersumber dari kekuatan hati. Bisa jadi, dengan keteguhan hati mereka, maka fisik itu menjadi lebih kuat atau dikuat-kuatkan. Pernahkah kau dengar kisah-kisah wanita melahirkan anak kembar sebanyak 4, 6, atau bahkan 8? Ahli medis mengungkapkan rasa sakit yang dialami oleh ibu melahirkan adalah 57 del (satuan rasa sakit) yang setara dengan rasa sakit jika 20 tulang patah bersamaan, sementara rasa sakit yang mampu ditahan oleh laki-laki hanya sampai 45 del lebih dari itu ia akan mati. Maka aku tak heran jika Tuhan menjanjikan surga bagi para ibu yang gugur di medan “perang” melawan rasa sakitnya melahirkan.

Jumat, 18 September 2015

FITRAHKAH?

Fitrah manusiakah?
Tega menyakiti namun tak ingin disakiti.
Tak segan melukai hati namun tak terima bila hatinya dilukai.
Suka memperolok namun tak mau diperolok.
Pandai mempermalukan namun marah saat dipermalukan.
Inginnya memerintah namun enggan diperintah.
Sering menggunjing namun tak mau diserang berita miring.
Sibuk mengurusi masalah orang lain namun urusannya tak mau dicampuri dengan dalih privasi.
Fitrah manusiakah?
Bila itu memang fitrah,
bangga sungguh aku
pada yang melawan fitrahnya  semacam itu.
~DR
Ilustrasi oleh Nurfadli Mursyid

Selasa, 15 September 2015

Catatan Kajian "ISLAMOPHOBIA" oleh Dr. Bilal Philips


Me: Girls... Ke kajian yuk... Kali ini dijamin keren.
The Girls: Hmmm... (nampak ragu-ragu)
Me: Dr. Bilal Philips loh yang dateng.
The Girls: Siapa itu?
Me: Ulama dari Canada tapi kelahiran Jamaica. Beliau S1-nya di Univ. Islam Madinah, S2-nya King Saud, Riyadh, trus S3-nya di Univ Saint David, Wales. Beliau founder Islamic Online Universities, pernah dengar nggak? (jawabnya pake menggebu-gebu biar pada mau ikut juga sih)
The Girls: Oooo... (cuma gitu responnya?!?)
Me: -__________-"
The Girls: Nggak ah, nggak ngerti ntar kan pake Bahasa Inggris.
Me: T.T ada aku keleus (merasa nggak dianggep sebagai mahasiswa Sastra Inggris) Lagipula ada moderator & interpreternya juga kok. Interpreternya udah lebih qualified daripada aku... jelas... wonk Ph.D Student of Newcastle University UK, Muhammad Rezki Hr.
The Girls: Hmmm... (kembali ke respon awal)
Me: -_______-" Baiklah, kesimpulannya berangkat sendiri.

-------------------------

Agak blur sih esensinya aku nulis dialog di atas. Cuma mau ngasi prolog aja kalau sepertinya pada belum mengenal beliau makanya pada kurang excited pas diajak. Malah di sana juga gak serame kalau ada kajian Ulama kece dalam negeri.  Mungkin juga ditambah karena kajiannya bahasa Inggris, jadi makin males kali ya hehehe. Padahal beliau menyampaikannya pakai bahasa Inggris gak kecepetan dan masih mudah dimengerti kok, gak serumit soal TOEFL apalagi IELTS, yakin deh, hahaha. Malah beliau di awal bertanya dulu jamaah pada bisa bahasa Inggris nggak. Karena sedikit yang angkat tangan pas ditanya siapa yang gak bisa bahasa Inggris, maka interpreternya menyampaikan summary di setiap sesi (alhamdulillah gak jadi translate per kalimat, hehehe).

Nah apa isi kajian hari ini? Oke deh kurangkumkan ya, semoga tersampaikan, kalau ada yang belum paham atau ada koreksi dari yang tadi juga datang, silahkan jangan sungkan ngisi kolom komentar untuk tanya atau melengkapi. Kalau sudah paham, silahkan banget di-share agar bermanfaat. Oh ya, nggak usah pake bahasa formal deh ya biar gak bosen baca sampai akhir.

Bismillahirrohmannirrohiiim


Jadi tema besarnya adalah ISLAMOPHOBIA. Widiiih... Serem ya (gimana ngerasa serem, Dwis... wonk artinya aja gak tahu, hehehe). Jadi kalau menurut beliau "Islamophobia is an irrational fear of Islam" alias ketakutan yang gak masuk akal dan gak beralasan terhadan Islam (baik agamanya maupun pemeluknya). Gak usah dicari di kamus, di kamus tadinya istilah Islamophobia juga nggak ada kok (nggak tahu dink yang versi baru udah jadi "new vocabulary" kali ya). Istilah ini tuh baru muncul 90'an. Di UK alias di Inggris sampai ada yang nyurvei ada nggak sih Islamophobia itu di sana (lembaga yang mensurvei tadi apa ya namanya? .... Report gitu. Duh lupa. Maaf ya. Tadi agak nggak fokus gara-gara mantengin polah adek-adek lucu dan nggemesin, anak-anaknya ibu-ibu jamaah kajian). Dan hasilnya positif Islamophobia memang ada. Makanya resmi deh itu istilah Islamophobia dipakai.

Siapa sih nih yang bikin Islamophobia jadi santer alias booming banget? Jadi menurut beliau, sumbernya ada dua. MEDIA dan POLITISI (nah kan jadi tambah skeptis aku nih sama dua oknum ini, eh sori nyelip opini personal deh). Jelas untuk kepentingan mereka. Isu-isu terorisme dan isu-isu berbau Islamophobia lainnya disebarkan dan dibesarkan oleh media. Ibaratnya kong kalikong gitu deh sama para politisi besar supaya berita-berita itu menjadi pengalihan isu supaya kasus mereka rapi tertutupi plus untuk merusak kestabilan umat Muslim juga supaya "yang berkepentingan" dapat lebih menguasai.

Sebenernya akar penyebab Islamophobia itu adalah KESALAHPAHAMAN dan KETIDAKTAHUAN terhadap Islam. Kalau dirangkum ada 3 macam penyebabnya kesalahpahaman itu. Yang pertama karena kesalahpahaman yang DISENGAJA, trusada yang karena MAL-PRAKTEK nilai-nilai ajaran Islam (gak cuma dokter abal-abal yang mal-praktek, jangan-jangan kita juga nih hayo), dan yang terakhir adalah kesalahpahaman yang TIDAK DISENGAJA. Nah, jangan capek baca dulu ya, mau dijelasin satu-satu nih contohnya biar lebih "dong".

Kalau kesalahpahaman yang DISENGAJA itu udah ada sejak jaman Rasulullah SAW ya. Kaum Quraisy dulu mencap Rasulullah sebagai orang gila lah, orang bodoh lah lah, penyihir lah. Jadi dari dulu Nabi Muhammad SAW selalu diceritakan negatif melulu tuh. Kebawa juga rumor negatif itu sampe sekarang. Turun temurun gitu kali ya. Bahkan kata Bilal Philips sampai ada lho buku (judulnya lupa lagi deh. Kali ini nggak fokusnya karena nggak tahu spelling judulnya plus mbak-mbak disamping kiri kanan depan belakang pada njelasin ke temennya masih-masing, dasarnya kupingku susah fokus kalau banyak suara sih) yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad itu jadi "idol" bagi para penghuni neraka jahannam. Kayaknya gitu deh tadi senangkepku. Trus ada lagi buku yang menyebutkan "membebaskan Palestina dari Muhammadan". Nah kata Muhammadannya itu membuat seolah-olah kita kaum Muslim ini adalah penyembah Muhammad. Padahal kan nggak ya. Selain itu, pada masa bangsa Eropa lagi getol-getolnya penjajahan alias kolonialisme, mereka menyebarkan para Missionaris. Missionaris itu ditugaskan untuk menyebarkan berita bohong, negatif, dan fitnah dengan tujuan untuk mencari pengikut supaya pada berpindah agama gitu deh. Kalau saat itu tujuannya biar pada pindah ke agama Kristiani. Nah kesalahpahaman yang disengaja ini jelas punya tujuan besar. Tujuan besarnya ya untuk menguasai sumber daya dunia. Khadafi, Saddam Husein, dan banyak lagi itu memang berita bentukan dan sengaja dibesar-besarkan.  Siapa itu? Amerika... Amerika sekarang ini membentuk kita lewat media. Contoh dong  contoh... Oke, contohnya berita tentang FGM (Female Genital Mutilation). Waduh apaan itu. Selengkapnya sih Googling sendiri ya, kan punya smartphone, masa' phone-nya lebih smart dari yang punya (eh...eh... malah nyolot ini bahasanya rese' deh. Ampun deh ampun, hahaha). Jadi FGM itu semacam sunat alat kelamin perempuan gitu lah. Jadi seperti memotong sebagian atau seluruh organ bukan untuk alasan medis. Ini adalah ritual yang dilakukan oleh beberapa negara di Africa seperti Kenya, Sudan, Ethiopia, dan mana laginya browsing lagi deh nanti. Ada 27-an negara Afrika (hasil browsing barusan, ya masa disebut semua, jangan males browsing sendiri lho ya) serta Yaman, Kurdistan, dan beberapa negara di Asia. Prosesnya sih beda etnik beda prosedur. Yang jelas ini sekarang dianggap ketidaksetaraan gender dan berbahaya terhadap kesehatan seksual perempuan. Nih sampe ada poster anti FGM


Nah hubungannya sama Islam apa tuh? Kalau di Islam kan Rasulullah juga membolehkan khitan untuk perempuan dengan syarat hanya sebagian sehingga tidak sampai merusak kesehatan seksualnya, ya sama seperti khitan bagi lelaki juga tidak sampai mengganggu seksualitas. Nah FGM tadi dianggap sama seperti khitan kalau dalam Islam. Kan jadi pada takut sama Islam, soalnya ngeri sih bayangin praktek FGM. Padahal kan FGM itu prakteknya nggak ada sangkut pautnya sama Islam. FGM di Afrika bukanlah khitan yang diajarkan dalam Islam.
Trus trus ada lagi nih kejadian di Arab, India, (sama mana lagi tadi ya??) yang menyebutkan bahwa bila ada anak perempuan pacaran sama anak laki-laki sampai hamil, maka si Bapaknya akan membunuh si anak perempuan itu untuk menutupi aib yang memalukan keluarga. Nah berita ekstrim begitu sengaja dipampang di halaman muka alias jadi headline "Seorang Bapak Muslim membunuh anaknya blah blah blah". Kan jadi serem Islam kelihatannya. Gimana nggak bikin pada takut tuh. Padahal praktek pembunuhan anak itu bukan ajaran Islam (Nah makanya kalau di Islam kan pacarannya aja udah nggak boleh, ya untuk menghindari kejadian kayak gitu itu). Setahuku adanya hukum Rajam kan ya. Dan itu bukan pembunuhan oleh si Bapak juga kelus.

Selain dari berita yang disalahpahamkan tadi, ada juga mal-praktek yang memang dilakukan kaum Muslim juga dimanfaatkan media untuk dipampang di headline. Bom bunuh diri. Masih ingat kan kasus-kasus bom bunuh diri yang membuat dunia mencap kaum Muslim sebagai teroris? Kasus-kasus bom bunuh diri sebenarnya juga terjadi di Srilanka, Thailand, dan Jepang; sebenernya lebih banyak kasus dari yang dilakukan Muslim malah. Padahal nih kalau dalam Islam, bunuh diri itu kan DOSA, bunuh diri itu HARAM. Lagipula pelakunya itu adalah Muslim yang nyeleneh alias salah kaprah seperti ISIS dsb yang tidak bisa merepresentasikan seluruh Muslim (Jadi inget pernah baca tulisan "Jika ada seorang Muslim bersalah, salahkan orangnya, bukan ajaran Islamnya") Tapi kasus semacam itu justru dibuat booming oleh media sehingga masyarakat non-Muslim di luar sana men-judge Islam adalah agama teroris.

Lanjuut.... Penyebab Islamophobia yang ketiga adalah kesalahpahaman yang TIDAK DISENGAJA. Jadi emang murni karena ketidaktahuan non-Muslim terhadap Islam.

Kesalahpahaman yang pertama kita itu dikira menyembah Ka'bah. Padahal bagi kita kaum Muslim, Ka'bah bukan sesembahan tapi sarana ibadah dan untuk menyeragamkan arah kiblat saat kita shalat. Logikanya kalau memang Ka'bah itu sesembahan kita, nggak mungkin kita tetap menyembah Ka'bah setelah pernah rusak di zaman Ali bin Abi Thalib. Kan kalau kaum pagan biasanya begitu benda yang disembah rusak, mereka akan nyari sesembahan lain. Lagipula pada saat Ka'bah dalam masa perbaikan juga umat Islam tetep shalat kan, karena memang bukan Ka'bah yang kita sembah.

Kesalahpahaman yang kedua kita dikira tidak percaya pada Yesus dan beberapa umat Islam juga ada yang kurang paham benar tentang ini sih. Jadi kan kalau dalam Islam, kita juga percaya Yesus (yang dalam Islam adalah Nabi Isa) tapi kita tidak menyembahnya melainkan mengimaninya sebagai Nabi utusan Allah. Nah kan, Muslim harusnya jauh lebih percaya bahkan, rukun Iman lho. Bahkan dalam kitab Al-Quran, Nabi Isa juga sering disebut-sebut. Namun sekali lagi kita tidak menuhankannya. Tidak menuhankannya bukan berarti tidak mengimaninya. Nah kalau Kristiani bilang, Yesus itu suci dan wow sekali lho dilahirkan tanpa ayah makanya disembah, dijawab saja yang logis. Hawa (Eve) lebih emejing lagi diciptakan tanpa ibu, kan kalau tanpa bapak sekarang secara ilmiah sudah bisa dan nampak masih logis tuh. Lebih keren Hawa donk. Kenapa nggak menyembah Hawa? Dan Adam... lebih ajaib lagi kan lahir tanpa bapak tanpa ibu. Kenapa nggak Adam aja yang disembah? Kenapa Yesus? Nah loh... Kita mah menyembah Allah, Dzat yang menciptakan Adam, Hawa, dan Isa. Tapi Allah itu juga dikira Dewa Bulan gara-gara simbol bulan di kubah masjid. Tuh kan salah paham lagi. Padahal Allah itu ya Tuhan, bukan Dewa seperti dalam agama Hindu yang apa saja ada Dewa-nya. Dewa Sapi, Dewa Kesuburan, Dewa ini dan Dewa itu. Kalau di Arab, non-Muslim pun menyebut tuhan mereka dengan Allaha karena dalam bahasa Arab terminologi untuk tuhan ya Allaha.

Kesalahpahaman yang tak disengaja selanjutnya adalah dikiranya kita Muslim takut sama anjing, sementara di negara Barat anjing itu sudah seperti bagian dari keluarga kan. Padahal kita takut wudhu kita batal karena menyentuh anjing. Faktanya, menyentuh anjing itu TIDAK  membatalkan wudhu. Cukup dibasuh saja. Yang haram itu mengkonsumsi dagingnya. Nah kan, baru tahu ya? Aku juga.

Next ya, jangan ngantuk dulu (padahal yang nulis ini mulai ngantuk, hehehe). UN telah membuat list negara-negara terkorup di dunia. Dan ternyata yang masuk Top Rank alias peringkat teratasnya mayoritas adalah negara Muslim, termasuk Indonesia (duh langsung ketawa miris nan sedih pas Dr. Philips nyebut Indonesia T.T).  Bagaimana melawan pemberitaan miring itu, salah satunya juga dengan media, media yang positif misal media-media Islami dapat menjadi sarana untuk klarifikasi. Kan sekarang banyak tuh channel TV yang Islami, nah itu bisa dimanfaatkan. Tapi action speaks louder than words. Maka setelah itu, Syekh (begitu sih moderator manggilnya) bertanya pada jamaah "Siapa di masjid ini yang berani ngaku bahwa tidak pernah sama sekali mencontek saat ujian selama hidupnya sampai sekarang?" Alhasil, pada cengar cengir nggak berani angkat tangan. Finally, cuma ada 1 yang angkat tangan. Satu diantara ratusan?? (duh harus ketawa apa nangis nih). Dr. Bilal Philips mengapresi pemuda jujur itu dengan menghadiahinya buku. Nah kan, dari situlah nampak bahwa kita belum bisa bersikap jujur, Gaes. Beliau menjelaskan, bagaimana ada dua macam pelajar Muslim (duh pas ini nggak begitu denger e). Intinya sih berdasarkan orientasinya. Ada yang rela melakukan apa saja asal selesai skripsinya, segera kerja, dan dengan bekerja dia bisa menghasilkan uang. Nah ini, itu berarti orientasinya DUNIAWI. Pelajar Muslim yang seperti ini sama saja dengan pelajar pada umumnya. CHEATER! alias tukang curang (pantesan korup). Lalu beliau bertanya, "Memangnya kalau semua politisi yang sedang menjabat sekarang diganti kalian, kondisi benar-benar akan berubah?" Kami diem deh, speechless. Kondisi gak akan berubah orang tadi yang jujur nggak pernah nyontek aja cuma satu, hihihi... Iya, kondisi negara yang korup ini nggak akan berubah kalau kita yang dari masih pelajar aja udah nggak jujur. Emang sih ini karena sistem pendidikan yang masih mengekor Barat. Yang seolah-olah memang dibentuk untuk berdaya saing sampai-sampai menghalalkan apapun termasuk berbuat curang agar mampu bersaing. Kita harusnya berkaca pada para Sahabat Rasul yang sampai-sampai mendapat gelar Al-Amin karena kejujurannya (terpercaya). Sehingga mereka mampu memimpin rakyatnya jadi sejahtera. Nah kita? Selama kita belum bisa mengubah diri kita sendiri menjadi pelajar yang jujur, negeri ini, Indonesia kita ini akan tetap sama saja. Lalu harus menjadi pelajar macam apa? Kata Syekh, ubahlah FOKUS/ORIENTASI yang tadinya duniawi menjadi surgawi. Niatkan ibadah, terus ingat Allah. Fokus untuk menggapai prestasi jannah, baik itu gurunya maupun muridnya. Jangan lagi fokus beli motor, beli mobi, bangun rumah, pasangan, dll.  So, tanyakan pada diri sendiri: "Apa tujuanku?", "Apa target utamaku?"

Mau berubah? Mauuuu....
Maka Syekh Philips mengajak bersumpah saat itu juga.
"WALLAHI... SAYA TIDAK AKAN MENCONTEK LAGI DALAM UJIAN APAPUN. INSYA ALLAH"
Pesan beliau, kita ini bagian dari perubahan, maka lakukanlah yang terbaik dan niatkan sebagai ibadah. Sesuai bidang keahlianmu, mari jadikan Islam berjaya di berbagai bidang.

------------
SESI TANYA JAWAB
1. Tadi menyinggung masalah menyentuh anjing tidak membatalkan wudhu, memangnya bagian mana dari anjing yang sebenarnya membatalkan wudhu?
Jawaban: TIDAK ADA. Tak ada bagian manapun dari anjing yang membatalkan wudhu. Tidak ada hadits yang menyebutkan itu. Boleh memelihara anjing, apalagi anjing juga bermanfaat untuk keamanan, terutama bagi mereka yang memiliki peternakan. Yang tidak boleh adalah memasukkan mereka ke dalam rumah apalagi sampai tidur bersama anjing-anjing itu, bahkan sampai menciuminya seperti yang lumrah dilakukan di Barat sana. Tidak perlu sampai seperti itu bila memelihara. Bahkan, kata beliau, jika tanganmu tanpa sengaja terkena liurnya cukup dengan dibasuh saja.

2. Bagaimana sih perkembangan Islam di negara-negara Eropa, Amerika, dll?
Jawaban:  Perkembangannya sedang MENINGKAT PESAT. Banyak sekali muallaf. Bahkan Al-Qur'an menjadi 'buku' Top Best-Seller. Semakin rumor negatif tentang Islam disebarkan, semakin mereka penasaran dan akhirnya mempelajari Islam lebih dalam. Bahkan tadi kalau nggak moderatornya ya interpreternya turut menjelaskan statistik peningkatan jumlah muallaf di Amerika. Sampai diperkirakan sebelum tahun 2050 Amerika bisa menjadi negara yang hampir mayoritas Islam. Wow! Dulu tidak ada media yang menyebutkan satu kata 'Islam' pun di sana. Sekarang justru sangat sering disebut-sebut. Disadari atau tidak, pemberitaan tentang Islam justru menjadi "Islamic Awakening" bagi masyarakat dunia.

3. Bagaimana menjelaskan tentang hijab, tidak bersalamannya lelaki dan perempuan, jenggot dsb kepada sahabat/teman/keluarga/rekan kita yang Non-Muslim?
Jawaban: Jelaskan saja bahwa di agama mereka pun sebenarnya juga pakai hijab, biarawati bahkan perempuan di sekitar Yesus (bila dilihat dari lukisan-lukisan) juga memakai jilbab, hanya saja beda bentuknya. Untuk tidak bersentuhannya lelaki dan perempuan adalah bentuk memuliakan perempuan agar terhindar dari syahwat alamiah laki-laki. Jadi tujuannya justru untuk melindungi. Apalagi sekarang wanita dijadikan sebagai alat pemasaran "sexual marketing". Produk apa saja mayoritas diiklankan oleh wanita. Bahkan sensualitas perempuan lebih ditonjolkan daripada produk itu sendiri.
-------------------------

Demikian, Pemirsa.
Saya Dwis Riyuka melaporkan langsung dari Masjid Kampus UGM (yang dilanjutkan di nulis laporannya di kos, hahaha).
*sambil bergaya sok ala-ala reporter gitu

Semoga bermanfaat ya, terima kasih sudah membaca. Oh iya, insyaAllah bulan November atau Desember Dr. Bilal Philips akan ke Indonesia lagi, karena udah mengenal siapa beliau, jangan sungkan datang ke lecturing beliau ya insyaAllah.
-----------------------
Tabligh akbar mengenai:

“Islamophobia”
Dengan pemateri istimewa:
Dr. Bilal Philips (Da’i dari Amerika, S1 Univ. Islam Madinah, S2 King Suud Univ., S3 Saint David Univ., pimpinan Islamic Online University)
Ceramah disampaikan dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan
Tempat di Masjid Kampus UGM, Kampus Bulaksumur, UGM. Hari Senin, 1 Dzulhijjah 1436H, atau 14 September 2015, pukul
18.00 Wib sampai selesai.
Penerjemah: Muhammad Rezki Hr (Ph.D Student Newcastle University UK, Member of KIPMI)
Keynote Speaker: Dr.Eng Tri Agung Rohmat, M.Eng (Advisory Board Member KIPMI, Associate Professor, Mechanical Engineering UGM)

Rabu, 03 Juni 2015

WOLF IN SHEEP CLOTHING

SERIGALA BERBULU DOMBA
#dwisriyuka #dwisenglish
.
#Repost @idiom.land
・・・
"Wolf in sheep's clothing" is a dangerous person pretending to be harmless.

Example: Dan was a wolf in sheep's clothing, pretending to help but all the while spying for our competitors.

Origin: The meaning of this idiom relies on the idea that a sheep is a docile sweet creature, whereas a wolf is a sly, vicious animal who likes to attack and eat vulnerable animals such as sheep or lambs (their young). This idiom has been used for thousands of years, perhaps since the 5th or 6th Century BC, when Aesop wrote his fable entitled Wolf in Sheep’s Clothing. The fable told the story of a wolf who disguised himself in a sheep skin in order to trick the shepherd and remain in the sheep pasture until darkness, when he planned to feast on the other sheep in the field. The symbolism of a wolf pretending to be a sheep also appears in the Bible in the book of Matthew. It is written “Beware of false prophets, which come to you in sheep’s clothing, but inwardly they are ravening (hungry) wolves”. #idiom #idioms #slang #saying #sayings #phrase #phrases #expression #expressions #english #englishlanguage #learnenglish #studyenglish #language #vocabulary #efl #esl #tesl #tefl #toefl #ielts #toeic #wolf

Jumat, 26 Desember 2014

MENYAMPAIKAN DENGAN APAPUN KEBISAAN

Banyak yang lebih merespon posting tentang hidup dan kehidupan (misalnya prestasi, ungkapan perasaan, pengalaman, dsb) daripada posting-posting yang menyampaikan ilmu. Ini bukan ngawur, melainkan dari pengamatan kecil-kecilan tentang respon dari Masyarakat Facebook, baik itu posting saya sendiri maupun posting sesama anggota Masyarakat Facebook. Tidak mudah rasanya untuk bisa menyenangi ilmu bagi beberapa orang. Banyak orang masih melihat siapa yang menyampaikan, bukan apa yang disampaikannya. Sehingga banyak orang pula mengabaikan pesan-pesan baik dari orang yang bagi mereka ‘belum patut didengarkan’.

Banyak orang tersebut masih tak senang membaca ilmu dari mana saja, termasuk apa yang dituliskan temannya (apalagi di sosial media). Mereka hanya membaca apa yang ingin mereka baca. Dan itupun tergantung siapa yang menuliskannya. Mereka enggan membaca tulisan dari yang ‘bukan siapa-siapa’ dan memuji setinggi langit tulisan dari yang ‘sudah ternama’ meski secara isi sebenarnya sama saja. Banyak orang tersebut yang masih senang didengarkan, tapi tak mau mendengarkan (ah… mungkin terkadang saya juga masih termasuk di dalamnya). Sehingga mereka mengacuhkan apa yang orang lain katakan, dan menimpalinya dengan apa yang ingin mereka katakan. Alhasil, ilmu yang disampaikan terlewatkan, bahkan terpantulkan.

Di sisi lain, kita tetap berkewajiban untuk tetap 'menyampaikan', meski dengan apapun kesulitan.
بَÙ„ِّغُوا عَÙ†ِّÙ‰ ÙˆَÙ„َÙˆْ آيَØ©ً
"Sampaikanlah walau hanya satu ayat." (HR. Bukhari)
Maka kita harus pandai-pandai menyampaikan dakwah dengan cara yang berbeda. Tidak perlu pusing dan muluk-muluk memikirkan bagaimana caranya, kita bisa mengambil cara yang dekat dengan kita dan kita sukai tentunya. Kita masih tetap bisa menyampaikan dengan hobi dan keahlian yang kita miliki. Memangnya bisa? Ya bisa saja. Tidak percaya? Ini sudah ada contoh-contohnya:

Berdakwah dengan KOMIK.
Komik menjadi salah satu bacaan yang disukai banyak kalangan, apalagi remaja. Para penggemar komik jelas lebih suka membaca komik daripada bacaan lain. Jika kamu suka menggambar dan berkomik ria, dakwah pun bisa disampaikan melaluinya. Fanpage LINGKAR KOMIK (klik https://www.facebook.com/LingkarKomik) adalah salah satu komik dakwah Islam. Saat ini memiliki 25.476 penyuka, besar kan potensi penyampaiannya? (Never give it up ya mbak Asa, bang Zia, dan bang Tamam - para kontributornya). Masih banyak lho komik-komik dengan passion semacamnya, seperti KOMIK BIEBO dengan 10.534 penyuka (klik https://www.facebook.com/KomikBiebo, THE MUSLIM SHOW dengan 643.557 penyuka (klik https://www.facebook.com/themuslimshow) yang kini sudah ada versi Indonesia THE MUSLIM SHOW INDONESIA dengan 37.641 penyuka (klik https://www.facebook.com/muslimshowindonesia), NYOL NYOL COMICS dengan 4.482 penyuka (klik https://www.facebook.com/nyolnyolcomics), dan masih banyak lagi.

Berdakwah dengan DESAIN GRAFIS.
Desain grafis tengah menggeliat dan sedang hangat. Tidak hanya gambar, kombinasi tulisan aneka font yang dipadupadankan dengan pas bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi Masyarakat Facebook. Bahkan bisa dikatakan 'lebih menyampaikan' daripada ceramah di depan mimbar. Banyak akun yang telah menggunakan desain grafis untuk posting mereka. Contohnya
ALFATIH STUDIOS -- https://www.facebook.com/alfatihstudios
RENDRA VISUAL -- https://www.facebook.com/rendra.visual
MAHASISWA MUSLIM GADJAHMADA -- https://www.facebook.com/pages/Mahasiswa-Muslim-Gadjah-Mada
dan masih banyak lagi

Berdakwah dengan KOMUNITAS.
Dakwah juga bisa melalui komunitas. Kelompok kecil yang yang dirintis lama-lama membesar dan yang utama adalah bisa memberi dampak kemanfaatan. Jika kau mempunyai komunitas, kelolalah menjadi komunitas yang bermanfaat dalam kebaikan. Contohnya
GAPURA -- https://www.facebook.com/pages/Gapura/621458367906605
TERAS DAKWAH -- https://www.facebook.com/TerasDakwah

Berdakwah dengan MEDIA SOSIAL.
Mulai dari Facebook, Twitter, Path, Instagram, Google+, WhatsApp dan apapun itu sebenarnya bisa kita jadikan sarana dakwah. Bukankah akan lebih bermanfaat daripada menggunakan medsos untuk berkeluh kesah, ajang pamer, apalagi sebagai sarana menyebar fitnah. Naudzubillah. Ikuti akun-akun penebar kebaikan, sekalipun itu hanya akun milik teman. Bukankah lebih penting apa yang disampaikan bukan siapa yang menyampaikan. Selain itu juga isilah akunmu sendiri dengan posting berisi kebaikan sebagai ladang amal.

Berdakwah dengan BUKU.
Jika passionmu adalah menulis dan kamu sudah punya tulisan, 'nyata'kanlah tulisanmu dengan buku. Jika memang belum punya tulisan, jadikanlah 'buku impian'mu sebagai motivasi dan semangatmu untuk terus menulis. Saya tidak akan menyebutkan buku-buku dan penulis yang sudah bestseller. Saya justru ingin menghadirkan penulis-penulis yang bisa dikatakan pemula (tidak pemula sekali sih sebenarnya) agar kita terinspirasi. Fadil Ibnu Ahmad, menulis buku "DAKWAH ONLINE" saat statusnya masih menjadi mahasiswa (klik https://muslimgreget.com/). Begitupun Rizki Ageng Mardikawati yang menempuh jalan self-publishing untuk menerbitkan buku-bukunya dengan Pelangi Inspirasi (klik https://www.facebook.com/pages/Pelangi-Inspirasi/372920852886252). Mereka bisa, kamu pun bisa bila berjuang setidaknya sekeras mereka.

Berdakwah dengan CERPEN.
Jika memang belum bisa membuat buku atau novel, kamu bisa menulis yang lebih pendek, yaitu cerpen. Publish di blog dan atau ikutkan ke berbagai perlombaan agar bisa terpublikasikan. Syukur-syukur mendapat gelar kejuaraan. Selain itu, cerpen juga bisa digunakan untuk sarana latihan menulis kreatif/fiksi yang lebih kompleks seperti novel.

Berdakwah dengan KARTUN.
Jangan siakan bakatmu menggambar kartun kartun lucu, sesederhana apapun itu. Kartun bukan lagi milik anak-anak, tapi sesiapapun. Buktinya penyuka akun dan fanpage tentang Islam berikut sudah bejibun:
KARTUN MUSLIMAH -- https://www.facebook.com/DakwahMuslimah atau https://www.facebook.com/pages/Kartun-Muslimah/207391072659690
KARTUN DAKWAH -- https://www.facebook.com/pages/Kartun-Dakwah/463953940370323

Berdakwah dengan WEBSITE/BLOG/TUMBLR.
Suka menulis atau ingin menyampaikan tulisan yang kamu baca dari sumber lainnya? Buat saja website, atau blog yang lebih sederhana.
UMATMUHAMMAD.COM -- https://www.facebook.com/umatmuhammadcom atau umatmuhammad.com
MUSLIM.OR.ID -- https://www.facebook.com/muslim.or.id atau www.muslim.or.id

Jadi ada seribu jalan dakwah. Apapun hobinya, kita bisa mengoptimalkannya untuk hal-hal yang lebih bermanfaat sebab agama Islam bukan pengekang. Barangsiapa menolong agama Allah, Allah akan menolongnya. Begitu kan?!
Alangkah membahagiakan jika hobi dan keahlian kita dapat kita pergunakan untuk menyebarluaskan kemanfaatan. Alangkah beruntungnya bila hobi dan apa yang kita bisa dapat membantu kita semakin dekat dengan Jannah-Nya.
Sampaikan dengan apapun kebisaan. Hamasah!


*Ditulis untuk tugas perdana forum non-fiksi FLP Yogya. Silahkan sumbang saran dan kritikan diposkan di kolom komentar. Syukron.

Selasa, 23 Desember 2014

SUSAHNYA BERKACA


Susah ya bercermin dari orang lain?

» Masih sering menganggap orang lain manja, padahal kita juga pasti pernah bermanja-manja dengan orang-orang yang kita sudah merasa nyaman atau dekat dengannya, bahkan mungkin bagi orang lain kita yang lebih manja.

» Masih sering menganggap orang lain seperti anak-anak, padahal kita juga pasti bertingkah kekanakan meskipun hanya sesekali.

» Masih sering menganggap orang lain menyebalkan, padahal kita sendiri bukan orang yang bersih dari kesalahan, pasti pernah juga membuat orang lain kesal.

» Masih sering menganggap orang lain acuh tak acuh, padahal sangat mungkin kita juga pernah mengacuhkan apa yang orang lain bicarakan atau tak benar-benar memperhatikan apa yang sedang mereka utarakan.

» Masih sering mengangap orang lain tak bertanggung jawab, padahal bisa saja kita pun pernah melepaskan diri dari tanggung jawab.

» Masih sering menganggap orang lain bersikap seenaknya, padahal kita pun mungkin pernah bertindak dan bicara semena-mena terhadapnya.

Senin, 15 Desember 2014

WASPADA RIYA' DAN UJUB!


Mungkin bukan demikian niatmu.
Namun, status-statusmu tentang ibadahmu bisa memangkas ikhlasmu,
bahkan bisa menghapus pahalamu.

Jika pun berDAKWAH,
tentu BUKAN dengan MENGUMBAR IBADAH.
Shalatmu, puasamu, sedekahmu, dan macam-macam ibadahmu itu,
biar saja hanya Dia yang tahu.

Senin, 08 Desember 2014

Minggu, 07 Desember 2014

Other Ways to Say GOODNIGHT


Other ways to say GOOD NIGHT
1. Nighty night
2. Nite-nite
3. I'll see you in dreamland
4. Sweet dreams
5. Dream of me
6. See you in my dreams
7. Sleep tight
8. Sleep well
9. Have a nice dreams
10. Have a sea dreams
11. Don't let the bed bugs bite
12. Sleep with angels

Senin, 24 November 2014

Brainstorming Menulis Puisi (8) BUKU

------------------------------------------------
Latihan nulis cepat. Write in minutes!
Brainstorming dengan keyword: BUKU
------------------------------------------------

Kisah hidup manusia berjilid-jilid
Terlalu banyak untuk diungkit
Ceritamupun berbuku-buku
Episodenya beribu-ribu
Hidup sepanjang kelingking
Jangan hanya terpaku bergeming
Hidup selama kedipan
Lakukanlah banyak kebaikan

Sabtu, 22 November 2014

TENTANG HANACARAKA

Aksara Jawa

Sebagai orang Jawa, jangan melulu mempelajari budaya Korea. Mari berkaca. Kita punya budaya Jawa yang begitu luhurnya. Tetap jaga itu ya ^_^ 

KISAH DIBALIK URUTAN HANACARAKA

Aksara Jawa umum diurutkan dengan urutan Hanacaraka, yaitu mengacu pada lima aksara pertama. Urutan tersebut membentuk sebuah puisi atau pangram 4 bait yang menceritakan tentang tokoh Aji Saka dan legenda terciptanya aksara Jawa. Puisi tersebut diceritakan sebagai berikut:

Kamis, 20 November 2014

Minggu, 16 November 2014

YOU'RE WELCOME in other ways

Other ways to say YOU'RE WELCOME

Other ways to say YOU'RE WELCOME

1. My pleasure
2. It was nothing
3. Sure
4. Sure thing
5. Glad to help
6. No problem
7. Not at all
8. No worries
9. Don’t mention it
10. That’s all right
11. Of course

Because it is not a must giving respond to "Thank you" with "You're welcome"
Don't tied up your English. 
#DwisEnglish #SpokenExpression

Senin, 10 November 2014

Subhanallah atau Masya Allah ??

"Subhanallah, cantiknya kamu sekarang..."
"Masya Allah, dia kok jahat banget sih"
Eits... ini nih. Kita orang Indonesia memang masih sering salah kaprah penggunaan kalimat-kalimat thoyibah. Yang seharusnya bilang MasyaAllah malah bilang Subhanallah... ckckck... saya juga, hehehe sudah kebiasaan sih. Tapi harus mau belajar ya, belajar membiasakan diri untuk mengucapkan yang benar.

Ini nih hasil browsing dan tanya-tanya tentang masing-masing artinya, simak yuk :)

Brainstorming Menulis Puisi (7) SAJADAH


------------------------------------------------------
Latihan menulis cepat. Write in minutes!
Brainstorming dengan keyword: SAJADAH
------------------------------------------------------

Engkau gelarkan sajadah untukku
di belakang sajadahmu
Engkau pimpin shalatku
dan aku mengamini Fatihah-mu
Tak ada yang lebih syahdu
Selain sujud dibelakangmu, bersamamu
juga saat mendengar hafalanmu
Allah pasti tahu betapa aku mensyukurimu

Brainstorming Menulis Puisi (6) PAYUNG


------------------------------------------------------
Latihan menulis cepat. Write in minutes!
Brainstorming dengan keyword: PAYUNG
------------------------------------------------------

Dibawahnya aku bernaung
Dari hujan yang mengguyur
Berdua berjalan bersamamu
Kala itu di bawah payung
Engkau pernah panjang bertutur
Hingga terhenti langkahku mendengar ikrarmu
Kini rusak sudah payung itu
Sebagaimana kau merusak rasaku
Akan kubuang payung itu
Selayak kau buang aku dari hidupmu
Biar kuinjak-injak payung itu
Seperti kau menginjak-injak harapanku padamu
Lalu kulempar jauh payung itu
Semudah kau melempar kenangan bersamaku