Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Januari 2018

#30HBC18 - Merasa Dibutuhkan


 [01/30] Finally, tulisan hari pertama 30 HBC setelah tahun kemarin telat tahu & gak bisa ikutan. Gak tahu sih bakal nulis apa aja 30 hari ke depan, entah sejak kapan berubah gaya gini jadi "let it flow and just enjoy the fun". Ngomong-ngomong soal fun, yaudah sih ku mulai nulis dari hal yang ku suka.
.
Ini Si Oneng, kucing termanja yang pernah kutemui. Siapapun yang lewat pasti dilendotin. Siapapun yang melintas pasti diikutin. Tak terkecuali mbak-mbak kos yang gak begitu suka sama kucing. Jadi gak jarang aku denger dia dibentak-bentak. Well, ternyata dia sering ditinggal si empunya dan udah di cap 'kucing nakal' sama anak kos yang lainnya. Hmm... ku mencium bau-bau kurang kasih sayang nih.
.
Merasa dibutuhkan, tiap dia ngeong minta makan ku suapin lah makanan yang si empunya sediakan. Merasa dibutuhkan, tiap denger ada yang ngomel² ngusirin dia ku ajak lah dia mainan buat mengalihkan. Merasa dibutuhkan, tiap malam kuajaklah dia masuk kamar daripada di luar kedinginan. Dan ternyata daripada ku mengobati kesepiannya, ternyata saat itu dialah yang mengembalikan kewarasanku sebagai manusia.
Ya, pada hakikatnya manusia perlu MERASA DIBUTUHKAN. Rasa itulah yang akan membuatnya bertahan bahkan berjuang. Seorang ayah banting tulang mencari nafkah karena ia MERASA DIBUTUHKAN keluarganya. Seorang ibu tetap mengurus keluarga meski ia sedang sakit sebab ia MERASA DIBUTUHKAN oleh suami dan anak-anaknya. Seorang guru bertahan meski gaji tak seberapa karena ia MERASA DIBUTUHKAN oleh anak didiknya. Siapapun yang dalam suatu keadaan yang tak menguntungkannya sedikitpun tapi ia masih bertahan dan berjuang meski punya kemampuan untuk hengkang, seringnya adalah tersebab ia MERASA DIBUTUHKAN di sana.
.
Maka di tahun 2018 ini, apapun yang sedang kau usahakan, jangan menyerah! Bertahanlah... Berjuanglah... Banyak yang membutuhkanmu, percayalah. #KontemplasiHati
.
πŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”Ά
@30haribercerita
#30haribercerita
#30hbc18 #30hbc1801
πŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”ΆπŸ”Ά

Rabu, 04 Oktober 2017

Philosophy of Tea


Every little thing Allah creates has philosophy in it. Today, let me try to express what I think about the philosophy of TEA.

Tea can only grow in certain climate. It requires good quality of soil & adequate quantity of rainfall​. It means being SELECTIVE for where we live is quite important. We can't choose where we were born but we can choose where we want ourselves to grow. We are growing old everyday for sure, but we are not always growing better if we live in wrong environment which never let us be a better person .

The buds of tea leaves will always grow again after being picked. It means LETTING GO of something & MOVING ON are the art of living. We don't need to cry too hard for it because it's already our part of life. Just go through it.

Tea is drink for everyone. Unlike some other kinds of beverages, we can drink tea no matter what class, colour, religion, nationality, age, and gender we have. Isn't it quite good to reflect EQUALITY? We are all the same to Him. Devotion is the only thing differs us in front of Him.

Tea is a light drink you can serve in two ways: hot and cold. It reminds us that this life always has TWO SIDES STORY. We must be ready for both sadness and happiness, success and failure, and many other DUALISM.

Tea can be combined to create better flavour. You can find jasmine-tea, milk-tea, lemon-tea, herbal-tea and many other kinds. Can you see how it depicts good TEAMWORK and TOLERANCE? So can I.

Tea always brings good things in human life. The tea plantation brings good money for the owner & workers as well as good view for travellers. A cup of warm tea might be the best company for talking in person to solve problem or for warming up the coldness in a family. A glass of iced-tea might be perfect for driving away our thirst in a hot and tiring day. I believe those are message for us to BE GOOD & DO GOOD for everyone in our surrounding.

Sometimes all you need is a cup of tea. It might remind you how you should be.



πŸ“ Written for #englishcaption_tea
#englishcaptionchallenge with
@lianailyy
@oz_ahmad
@irkhammaulana1
@onlylintangg
@naniraa_

GROW through Life!


GROW through life. Don't just GO through life. -unknown-

Nature teaches.

It shows us how plants grow where ever they are planted to teach us 'grow' anywhere we are placed.

It shows us how sky and earth meets in mountain view we see from distance turning to be something gorgeous to teach us about diversity and unity all at once.

It shows how rain happens through cycle process, how rice take a long journey to arrive at your plate, and how our warm blanket made from flocks of far away sheep to teach us nothing is got in an eye blink, woops​ πŸ’¨ instantly right in front of us by saying avecadevra, no!

Grow, People, grow! Grow as you are banyan tree for others to shelter. Grow as you are coconut tree that every part of you is useful for other. Grow as mangrove that you protect others from danger. Grow, People, grow to be better!


#englishcaption_nature #englishcaptionchallenge with
@oz_ahmad
@mayla_aspiya
@irkhammaulana1
@lianailyy

Allah Mencintai


Pernah gak sih antara iseng² (yang didukung rasa penasaran atas jawaban dari pertanyaanmu sendiri) trus kamu nyari-nyari? Entah dengan googling, baca buku, baca terjemahan Quran, buka Youtube atau bahkan pakai fitur 'search' di aplikasi Quran digital.

Saya pernah penasaran gimana sih biar kita tuh disayang Allah (itu pas ngerasa jauh sama Dia tapi kangen, maklum lah iman bisa up and down). Akhirnya saya manfaatkan teknologi yang ada. Salah satu aplikasi Al-Quran digital kan bisa nyari keyword yang kita masukkan nih. Saya masukkan aja keyword 'mencintai' untuk mencari jawaban pertanyaan tadi.

Voila! Ini hasilnya.

ALLAH MENCINTAI ORANG-ORANG YANG
❤ mencintai-Nya; cek QS 2: 165 & QS 3: 31
❤ menepati janji & bertaqwa; cek QS 3: 76
❤ bertaqwa & berbuat kebaikan; cek QS 3: 133-134. Bonus rincian bahwa bertaqwa itu ialah yang berinfak, menahan amarah, & memaafkan kesalahan orang lain.
❤ bersabar; cek QS 3: 146
❤ berbuat kebaikan; cek QS 3: 148
❤ bertawakkal; cek QS 3: 159
❤ berlaku adil; cek QS 49: 9 & QS 60: 8
❤ berjuang di jalan Allah dengan barisan yang TERATUR; cek QS 61: 4

Wow! Awesooome!

Tambah ngefans gak sih sama Qur'an? 😍 Tiap mau galau gitu nggak jadi deh, wong ternyata jawabannya udah ada tersedia di the Best Book ever, a must-read one. Pantesan ya, alim ulama gak sempet galau. Udah ngerti kudu ngapain & nyari di mana kalau galau.

So, masih galau? No way deh! Kapok... Hahaha...

FLY!


When you have shoes to walk through this far,
why not finding wings to go any farther?
.
Any way you can do everything under your own steam,
still you need somebody else to reach your dream.
No matter how you can stand on your own two feet,
still you need somebody else to do something beyond your limit.
.
Something that seems easy
but it's not.
Something that you really wish for
but somehow you're too confused to work it out.
Something that you actually can do well
but with partner, you can do it better.
.
COLLABORATION & TEAMWORK are now the two magic words.
.
#selfreminder | DR 20170810

SUNSET & THE FLYING KITES



Staring at sunset makes me tranquil and gives me time to contemplate. This moment is such a reminder that everything has an end, that our bright life might end with the darkness of mortality, that everyone will face death and we'll be 'the departed' surely. Isn't it so beautiful, the way God gives us a sunset to end our days? Yet, I ask myself: "Will someday I have a beautiful end like this?" An end which let me close my eyes in peace and smile with no worries.
.
And watching those kites floating in the sky makes me recall what Forrest says. "I don't know if we each have a destiny, or if we're all just floating around accidentally on a breeze. But I think, maybe it's both. Maybe both happens at the same time." — Forrest Gump (1994)
.
πŸ“Œ Loc: Alun-Alun Kidul

            

Selasa, 11 Oktober 2016

Kamis, 18 Agustus 2016

JATUH


Jatuh. Setiap jatuh itu mengingatkan. Setiap jatuh adalah teguran. Setiap jatuh mempunyai pembelajaran. Setiap jatuh mengandung ujian. Bila demikian, harusnya tak ada jatuh yang menjadi musibah, sebab dalam setiap jatuh selalu ada ibrah. Setiap jatuh akan mempunyai makna, bergantung pada perenungan kita.

Apapun jatuh yang tengah kau alami, menguatlah dengannya. Entah itu jatuh celaka, jatuh cinta, jatuh bangkrut, jatuh miskin, jatuh pilu, dan segala macam jatuh yang menyakitkan awalnya, buatlah itu menjadi pupuk bagi pertumbuhan hati dan akalmu pada akhirnya. Buktikan setidaknya pada dirimu sendiri, bahwa kau mampu menangkap pengingat yang Dia berikan, sanggup menerima teguran-Nya dengan dada yang lapang, dapt berkaca pada pembelajaran yang darinya kau dapatkan, dan bisa melalui ujian yang menyertai setiap kejatuhan.

Setiap jatuhmu adalah untuk bangun.

Dwis Riyuka | 20160817
*Credit to Martin Stranka (thanks for the nice photograph I made as background)

Sabtu, 11 Juni 2016

RAMADHAN ALA MASJID KAMPUNG JOGOKARIYAN

Suatu kali di bulan ramadhan, aku dan seorang temanku menuju bagian selatan Yogyakarta, Jalan Parangtritis lebih tepatnya. Masih di kilometer awal-awal, kami berbelok ke Jalan Jogokariyan di mana Masjid Jogokariyan megah berdiri di sisi kiri jalan. Ya, itulah Masjid tujuan kami.

Minggu, 22 Mei 2016

MEMASAK; Hijrah dari Ogah menjadi Doyan Parah

Foto alay hasil belajar masak yang terunggah di medsos.

Dulu semasa masih sekolah dan tinggal di rumah, aku paling malas jika diminta  membantu ibu masak, aku akan lebih memilih membantu beres-beres atau bersih-bersih rumah. Bagiku waktu itu, kepuasan melihat sesuatu yang tadinya kotor & berantakan berubah jadi bersih & rapi itu lebih menyenangkan daripada harus berkutat dengan dapur dan aneka bumbu-bumbuan. Alhasil, aku tidak pernah memasak yang benar-benar memasak, hanya terkadang membantu Ibu mengiris/mengulek bumbu. Padahal, sebenarnya, masa itu adalah kesempatan emas berguru pada Ibu yang bakat masak enak menurun bakat nenekku. Malah Bapak pun pernah bilang sebenarnya aku juga bakat masak seperti Ibu setelah beliau makan masakanku (saat ada momen "terpaksa masak" menggantikan ibu yang tengah sakit kala itu). Namun tetap saja, aku enggan mengasahnya hingga 'bakat' itu sepertinya tak mungkin lagi menurun kepadaku.

Namun sesuatu yang bernama waktu menjadi sarana Tuhan memutarbalikkan keadaan. Allah rupanya menakdirkan aku hidup jauh dari ibu terdampar di luasnya bumi perantauan. Perantauan ini salah satunya membuatku sadar bahwa aku harus bisa memasak sendiri.

Senin, 30 November 2015

Rabu, 03 Juni 2015

BAHAGIAKAN DIRIMU

Jangan lupa bahagia 😊
Kadang kita harus membiarkan lepasnya tawa,
seperti ada waktunya kita harus menyantunkan lisan.

Jangan lalai membahagiakan diri 😉
Indah tidaknya hari yang kita lalui
bergantung pada bagaimana kita mengatur hati.

Asal bahagiamu tak menyalahi-Nya,
Asal bahagiamu bukan dalam melakukan dosa,
Kau memang berhak bahagia

Dan ingatlah...
Bahagianya Muslim diawali
dari cerdasmu dalam mensyukuri
apa-apa yang telah Allah beri
Selamat membahagiakan diri ✨

.
Created using #cymera | #DR #dwisriyuka #happiness #bahagia #kebahagiaan #puisi #menulis #muslim #islam #laugh #smile #senyum #tawa #candid

Senin, 05 Januari 2015

The Reason is You, Allah

I've found a reason for me TO CHANGE who I used to be,
a reason TO START OVER NEW.
And the reason is You... the reason is You.

#Hoobastank_TheReason

"Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepada-Ku." [QS Adz-Dzariyat: 56]


Sabtu, 27 Desember 2014

KESAN ADALAH PRASANGKA

Segala KESAN hanyalah PRASANGKA manusia.

Seseorang terkesan JAHAT, karena mungkin wajahnya mengundang prasangka demikian. Nyatanya bisa saja dia sebenarnya baik dan berhati lembut setelah kita dekat dengannya. Atau mungkin karena sikapnya salah dan tega menurut kita, padahal ia pasti punya alasan melakukannya.

Seseorang terkesan CUEK, karena mungkin dia tidak banyak bicara. Padahal bisa saja ternyata dia adalah orang yang penuh perhatian dan hangat kepada orang-orang yang bersedia mendekatinya.

Seseorang terkesan TIDAK/KURANG IKHLAS, karena kita sok tahu dan menduga-duga tentangnya. Padahal keikhlasan hanya Allah semata yang mengetahuinya.

Seseorang terkesan BAIK, karena hanya nampak yang baik-baik darinya di mata kita. Padahal Allah-lah yang sedang menutupi aib-aibnya.

Seseorang terkesan HEBAT, karena mungkin yang ditunjukkan kepada kita adalah kehebatannya. Padahal setiap orang pasti punya sisi lemahnya. Allah-lah yang memberinya kebisaan padanya untuk menutupi kelemahannya dengan sisi hebatnya.

Seseorang terkesan JUTEK, karena cara bicaranya yang membuat kita berkesan seperti itu terhadapnya. Padahal mungkin saja sebenarnya dia adalah pribadi yang ramah.

Begitulah manusia, sering bahkan mungkin selalu berprasangka. Namun manusia harus menyadari bahwa prasangkanya belum tentu benar adanya. Apapun kesan yang kau tangkap, berprasangka baiklah.

Jumat, 26 Desember 2014

MENYAMPAIKAN DENGAN APAPUN KEBISAAN

Banyak yang lebih merespon posting tentang hidup dan kehidupan (misalnya prestasi, ungkapan perasaan, pengalaman, dsb) daripada posting-posting yang menyampaikan ilmu. Ini bukan ngawur, melainkan dari pengamatan kecil-kecilan tentang respon dari Masyarakat Facebook, baik itu posting saya sendiri maupun posting sesama anggota Masyarakat Facebook. Tidak mudah rasanya untuk bisa menyenangi ilmu bagi beberapa orang. Banyak orang masih melihat siapa yang menyampaikan, bukan apa yang disampaikannya. Sehingga banyak orang pula mengabaikan pesan-pesan baik dari orang yang bagi mereka ‘belum patut didengarkan’.

Banyak orang tersebut masih tak senang membaca ilmu dari mana saja, termasuk apa yang dituliskan temannya (apalagi di sosial media). Mereka hanya membaca apa yang ingin mereka baca. Dan itupun tergantung siapa yang menuliskannya. Mereka enggan membaca tulisan dari yang ‘bukan siapa-siapa’ dan memuji setinggi langit tulisan dari yang ‘sudah ternama’ meski secara isi sebenarnya sama saja. Banyak orang tersebut yang masih senang didengarkan, tapi tak mau mendengarkan (ah… mungkin terkadang saya juga masih termasuk di dalamnya). Sehingga mereka mengacuhkan apa yang orang lain katakan, dan menimpalinya dengan apa yang ingin mereka katakan. Alhasil, ilmu yang disampaikan terlewatkan, bahkan terpantulkan.

Di sisi lain, kita tetap berkewajiban untuk tetap 'menyampaikan', meski dengan apapun kesulitan.
Ψ¨َΩ„ِّΨΊُوا ΨΉَΩ†ِّΩ‰ وَΩ„َوْ ؒيَΨ©ً
"Sampaikanlah walau hanya satu ayat." (HR. Bukhari)
Maka kita harus pandai-pandai menyampaikan dakwah dengan cara yang berbeda. Tidak perlu pusing dan muluk-muluk memikirkan bagaimana caranya, kita bisa mengambil cara yang dekat dengan kita dan kita sukai tentunya. Kita masih tetap bisa menyampaikan dengan hobi dan keahlian yang kita miliki. Memangnya bisa? Ya bisa saja. Tidak percaya? Ini sudah ada contoh-contohnya:

Berdakwah dengan KOMIK.
Komik menjadi salah satu bacaan yang disukai banyak kalangan, apalagi remaja. Para penggemar komik jelas lebih suka membaca komik daripada bacaan lain. Jika kamu suka menggambar dan berkomik ria, dakwah pun bisa disampaikan melaluinya. Fanpage LINGKAR KOMIK (klik https://www.facebook.com/LingkarKomik) adalah salah satu komik dakwah Islam. Saat ini memiliki 25.476 penyuka, besar kan potensi penyampaiannya? (Never give it up ya mbak Asa, bang Zia, dan bang Tamam - para kontributornya). Masih banyak lho komik-komik dengan passion semacamnya, seperti KOMIK BIEBO dengan 10.534 penyuka (klik https://www.facebook.com/KomikBiebo, THE MUSLIM SHOW dengan 643.557 penyuka (klik https://www.facebook.com/themuslimshow) yang kini sudah ada versi Indonesia THE MUSLIM SHOW INDONESIA dengan 37.641 penyuka (klik https://www.facebook.com/muslimshowindonesia), NYOL NYOL COMICS dengan 4.482 penyuka (klik https://www.facebook.com/nyolnyolcomics), dan masih banyak lagi.

Berdakwah dengan DESAIN GRAFIS.
Desain grafis tengah menggeliat dan sedang hangat. Tidak hanya gambar, kombinasi tulisan aneka font yang dipadupadankan dengan pas bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi Masyarakat Facebook. Bahkan bisa dikatakan 'lebih menyampaikan' daripada ceramah di depan mimbar. Banyak akun yang telah menggunakan desain grafis untuk posting mereka. Contohnya
ALFATIH STUDIOS -- https://www.facebook.com/alfatihstudios
RENDRA VISUAL -- https://www.facebook.com/rendra.visual
MAHASISWA MUSLIM GADJAHMADA -- https://www.facebook.com/pages/Mahasiswa-Muslim-Gadjah-Mada
dan masih banyak lagi

Berdakwah dengan KOMUNITAS.
Dakwah juga bisa melalui komunitas. Kelompok kecil yang yang dirintis lama-lama membesar dan yang utama adalah bisa memberi dampak kemanfaatan. Jika kau mempunyai komunitas, kelolalah menjadi komunitas yang bermanfaat dalam kebaikan. Contohnya
GAPURA -- https://www.facebook.com/pages/Gapura/621458367906605
TERAS DAKWAH -- https://www.facebook.com/TerasDakwah

Berdakwah dengan MEDIA SOSIAL.
Mulai dari Facebook, Twitter, Path, Instagram, Google+, WhatsApp dan apapun itu sebenarnya bisa kita jadikan sarana dakwah. Bukankah akan lebih bermanfaat daripada menggunakan medsos untuk berkeluh kesah, ajang pamer, apalagi sebagai sarana menyebar fitnah. Naudzubillah. Ikuti akun-akun penebar kebaikan, sekalipun itu hanya akun milik teman. Bukankah lebih penting apa yang disampaikan bukan siapa yang menyampaikan. Selain itu juga isilah akunmu sendiri dengan posting berisi kebaikan sebagai ladang amal.

Berdakwah dengan BUKU.
Jika passionmu adalah menulis dan kamu sudah punya tulisan, 'nyata'kanlah tulisanmu dengan buku. Jika memang belum punya tulisan, jadikanlah 'buku impian'mu sebagai motivasi dan semangatmu untuk terus menulis. Saya tidak akan menyebutkan buku-buku dan penulis yang sudah bestseller. Saya justru ingin menghadirkan penulis-penulis yang bisa dikatakan pemula (tidak pemula sekali sih sebenarnya) agar kita terinspirasi. Fadil Ibnu Ahmad, menulis buku "DAKWAH ONLINE" saat statusnya masih menjadi mahasiswa (klik https://muslimgreget.com/). Begitupun Rizki Ageng Mardikawati yang menempuh jalan self-publishing untuk menerbitkan buku-bukunya dengan Pelangi Inspirasi (klik https://www.facebook.com/pages/Pelangi-Inspirasi/372920852886252). Mereka bisa, kamu pun bisa bila berjuang setidaknya sekeras mereka.

Berdakwah dengan CERPEN.
Jika memang belum bisa membuat buku atau novel, kamu bisa menulis yang lebih pendek, yaitu cerpen. Publish di blog dan atau ikutkan ke berbagai perlombaan agar bisa terpublikasikan. Syukur-syukur mendapat gelar kejuaraan. Selain itu, cerpen juga bisa digunakan untuk sarana latihan menulis kreatif/fiksi yang lebih kompleks seperti novel.

Berdakwah dengan KARTUN.
Jangan siakan bakatmu menggambar kartun kartun lucu, sesederhana apapun itu. Kartun bukan lagi milik anak-anak, tapi sesiapapun. Buktinya penyuka akun dan fanpage tentang Islam berikut sudah bejibun:
KARTUN MUSLIMAH -- https://www.facebook.com/DakwahMuslimah atau https://www.facebook.com/pages/Kartun-Muslimah/207391072659690
KARTUN DAKWAH -- https://www.facebook.com/pages/Kartun-Dakwah/463953940370323

Berdakwah dengan WEBSITE/BLOG/TUMBLR.
Suka menulis atau ingin menyampaikan tulisan yang kamu baca dari sumber lainnya? Buat saja website, atau blog yang lebih sederhana.
UMATMUHAMMAD.COM -- https://www.facebook.com/umatmuhammadcom atau umatmuhammad.com
MUSLIM.OR.ID -- https://www.facebook.com/muslim.or.id atau www.muslim.or.id

Jadi ada seribu jalan dakwah. Apapun hobinya, kita bisa mengoptimalkannya untuk hal-hal yang lebih bermanfaat sebab agama Islam bukan pengekang. Barangsiapa menolong agama Allah, Allah akan menolongnya. Begitu kan?!
Alangkah membahagiakan jika hobi dan keahlian kita dapat kita pergunakan untuk menyebarluaskan kemanfaatan. Alangkah beruntungnya bila hobi dan apa yang kita bisa dapat membantu kita semakin dekat dengan Jannah-Nya.
Sampaikan dengan apapun kebisaan. Hamasah!


*Ditulis untuk tugas perdana forum non-fiksi FLP Yogya. Silahkan sumbang saran dan kritikan diposkan di kolom komentar. Syukron.

Selasa, 23 Desember 2014

SUSAHNYA BERKACA


Susah ya bercermin dari orang lain?

» Masih sering menganggap orang lain manja, padahal kita juga pasti pernah bermanja-manja dengan orang-orang yang kita sudah merasa nyaman atau dekat dengannya, bahkan mungkin bagi orang lain kita yang lebih manja.

» Masih sering menganggap orang lain seperti anak-anak, padahal kita juga pasti bertingkah kekanakan meskipun hanya sesekali.

» Masih sering menganggap orang lain menyebalkan, padahal kita sendiri bukan orang yang bersih dari kesalahan, pasti pernah juga membuat orang lain kesal.

» Masih sering menganggap orang lain acuh tak acuh, padahal sangat mungkin kita juga pernah mengacuhkan apa yang orang lain bicarakan atau tak benar-benar memperhatikan apa yang sedang mereka utarakan.

» Masih sering mengangap orang lain tak bertanggung jawab, padahal bisa saja kita pun pernah melepaskan diri dari tanggung jawab.

» Masih sering menganggap orang lain bersikap seenaknya, padahal kita pun mungkin pernah bertindak dan bicara semena-mena terhadapnya.

Sabtu, 20 Desember 2014

RENUNGAN PERANTAUAN

Kami bertukar suara,
suaraku dan suaranya yang melahirkanku.
Kami membincangkan masa depan
tentang rencana dimana adik akan disekolahkan.
Dan aku menyarankan
untuk melepas adik ke perantauan,
agar ia hidup dalam kehidupan,
agar ia terdewasakan oleh kemandirian.
Ibu ternyata mengisyaratkan elakan
"Lalu Bapak Ibu akan di rumah sendirian?"

Kamis, 18 Desember 2014

MENYENANGI ILMU TANPA PANDANG BULU

Tidak mudah rasanya untuk bisa menyenangi ilmu bagi beberapa orang. Banyak orang masih melihat siapa yang menyampaikan, bukan apa yang disampaikannya. Sehingga banyak orang pula mengabaikan pesan-pesan baik dari orang yang bagi mereka 'belum patut didengarkan'.

Banyak orang tersebut yang masih senang didengarkan, tapi tak mau mendengarkan (ah... mungkin terkadang saya juga masih termasuk di dalamnya). Sehingga mereka mengacuhkan apa yang orang lain katakan, dan menimpalinya dengan apa yang ingin mereka katakan. Alhasil, ilmu yang disampaikan terlewatkan, bahkan terpantulkan.

Banyak orang teraebut masih tak senang membaca ilmu dari mana saja, termasuk apa yang dituliskan temannya (apalagi di sosial media). Mereka hanya membaca apa yang ingin mereka baca. Dan itupun tergantung siapa yang menuliskannya. Mereka enggan membaca tulisan dari yang 'bukan siapa-siapa' dan memuji setinggi langit tulisan dari yang 'sudah ternama' meski secara isi sama saja.

Mendengarkan atau membaca = terbuka menerima ilmu.
Mari lebih menyenangi ilmu tanpa pandang bulu.

#RenunganHidup

Sabtu, 13 Desember 2014

Kamis, 04 Desember 2014

Engkau PASTI BISA Karena Ia Pun Juga


  • Bila ia bisa bersenang-senang tanpa lagi memperdulikanmu, engkau pun pasti bisa memperdulikan hal lain yang lebih bisa menyenangkanmu daripadanya.
  • Bila ia bisa tersenyum dengan lepasnya tanpa memikirkanmu, engkau pun pasti bisa melepaskan beban pikiranmu yang masih dipenuhinya.
  • Bila ia bisa sebegitu bahagianya meski telah meninggalkanmu, engkau pun pasti bisa membahagiakan dirimu meski tanpanya.
  • Bila ia bisa mengeringkan air mata tanpa merasa berdosa padamu, engkau pun harusnya berhenti menghapus dosanya dengan air matamu saat mengingatnya.
  • Bila ia bisa tenang dalam menyikapi kesalahannya terhadapmu, engkau pun pasti bisa menenangkan dirimu menghadapi salah sikapnya.
  • Bila ia bisa acuh dan tak mau tahu perjuanganmu menolak munculnya rasa benci itu, engkau pasti bisa mengacuhkan kebencian yang ditimbulkannya.
  • Bila ia bisa dengan mudahnya berlalu lalu menghapusmu, engkau pun pasti bisa menghapus masa lalu dengannya yang tak layak memilikimu itu, dengan sama mudahnya.

Engkau pasti bisa, karena ia juga lebih dulu bisa. Relakan saja orang yang lebih dulu merelakanmu. Mungkin dulu bukan demi Allah ia mengikatmu, bukan demi Allah kalian berpadu. Maka kini biar Allah-lah yang menjauhkannya agar baik bagimu. Belajarlah, dan jangan lagi mengulangi itu!