Selasa, 09 September 2014

TEGA MEMBUANG

Terkadang kita harus TEGA MEMBUANG agar sesuatu yang tidak lagi penting tidak hanya memenuhi saja, harus TEGA MEMBUANG agar ada tempat untuk sesuatu yang baru.

Semisal ada barang-barang lama, bukankah tidak jarang ada pikiran-pikiran "Ah sayang dibuang, siapa tahu nanti bisa dipakai lagi", atau "Hmm... aku masih suka barang ini. Jangan dibuang dulu lah", atau juga "barang ini sangat berarti, biarpun rusak biar saja tetap ditaruh sini" dan pikiran-pikiran lainnya yang sering menyayangkan untuk membuang 'sampah'. Hasilnya gudang penuh. Bahkan selain gudang pun penuh.

Begitu juga dengan hati, kita harus TEGA MEMBUANG perasaan-perasaan negatif ataupun perasaan-perasaan lain yang sudah tidak diperlukan daripada menjadi 'sampah' hati lho. Buang saja SAMPAH-SAMPAH HATI seperti rasa benci, rasa khawatir, rasa sayang yang tidak perlu, rasa rindu yang tidak sepantasnya, rasa kecewa, rasa iri, rasa marah, rasa minder, dan sebagainya agar perasaan-perasaan lain yang lebih bermanfaat dapat mengisi hati dan lebih menentramkan mendamaikan.

Ingat, untuk hal-hal semacam ini, TEGALAH!!!

Sabtu, 23 Agustus 2014

Sajak DUATIGA : DUATIGA

Sajak "DUATIGA:DUATIGA"

"23:23." kata si penanda waktu
"Lalu apa maumu?" begitu jawabku

Tak ada istimewa di angka kembar macam itu
Meski banyak yg menyakralkannya
Seolah ia memiikul peruntungan berjuta-juta
Bahkan mereka pejam mata lalu berdoa
Meminta ini itu seperti saat melihat bintang jatuh saja

Ah... keduanya semu saja
Keduanya tak perlu dipercaya
Jika kau mau mendoa
Bersujudlah lima kali dalam seharinya
Juga di sepertiga malam terakhir-Nya

Ah... 23:23 sama saja dengan 03:03
Sama pula dengan jam dan menit kembar lainnya

#DR | 21 Agustus 2014

MELUPAKAN -- Tere Liye

Ketika kita mencoba melupakan kejadian menyakitkan, melupakan orang yg membuat rasa sakit itu, maka sesungguhnya kita sedang berusaha menghindari kenyataan tersebut. Lari. Pun sama, ketika kita ingin melupakan orang yg pernah kita sayangi, hal2 indah yang telah berlalu. Maka, sejatinya kita sedang berusaha lari dari kenangan atau sisa kenyataan tsb.

Kabar buruk buat kita semua, mekanisme menyebalkan justeru terjadi saat kita berusaha lari menghindar, ingatan tersebut malah memerangkap diri sendiri. Diteriaki disuruh pergi, dia justeru mengambang di atas kepala. Dilempar jauh2, dia bagai bumerang kembali menghujam deras. Semakin kuat kita ingin melupakan, malah semakin erat buhul ikatannya.

Bagaimana mengatasinya?

PASSIONMU MEMBESARKANMU

Passion itu tidak bisa dipaksakan. Seharusnya ini bukan lagi masa penjajakan, bukan lagi masa pencarian minat-bakat dan tujuan. Tapi sudah saatnya fokus mengoptimalkan apa yang sudah dimiliki.
Buktinya:

>> Raditya Dika passionnya bukan di finance, tapi menulis. Buktinya bisa tuh jadi penulis keren, gak akan sekeren sekarang kalau dipaksakan di bidang lain.

>> Walt Disney, menurut atasannya di koran Kansas City Star, “imajinasinya kurang dan tidak punya ide bagus.” Nyatanya ia punya serial kartun populer yang legendaris hingga kini. Gak akan selegendaris itu kalau dipaksakan di bidang lain.

>> JK Rowling pernah bekerja sebagai sekretaris di kantor Amnesti Internasional London sambil bermimpi menjadi seorang penulis. Secara diam-diam ia menulis cerita di komputer kantornya. Setelah dipecat, dia menjadi penulis terkenal "Harry Potter". Gak akan seterkenal itu jika dipaksakan di bidang lain.

>> Madonna pernah bekerja di Dunkin Donuts dan berpindah-pindah dari restoran cepat saji satu ke lainnya. Tapi akhirnya memulai karir bermusiknya dan lihat saja, ia menjadi diva di jamannya. Gak akan setenar itu kalau dipaksakan di bidang lainnya.

Apapun bidang passionmu, fokus dan tekunilah. Hal itu yang akan membesarkanmu.

Senin, 18 Agustus 2014

UJIAN [SEKOLAHAN vs KEHIDUPAN]

Jika dipikir-pikir:
1. Menghadapi ujian sekolah / ujian kuliah itu biasa. Menghadapi ujian hidup itu luar biasa.
2. Soal dalam ujian sekolah / ujian kuliah itu dari yang sudah diajarkan sebelumnya. Permasalahan dalam ujian hidup justru yang belum pernah didapat sebelumnya.
3. Waktu ujian sekolah / ujian kuliah, kita dilarang salah. Waktu ujian kehidupan, kesalahan itu wajar dan justru membuat kita belajar.
4. Ujian sekolah / ujian kuliah sudah terjadwal waktunya kapan. Ujian kehidupan waktunya ya entah kapan.
5. Ujian sekolah / ujian kuliah untuk bersama-sama secara klasikal. Ujian hidup ya untuk diri sendiri secara individu alias spesial.
6. Di kuliah / sekolah, kita menerima pelajaran dulu, baru deh ujian. Di kehidupan, diuji dulu baru deh mendapat hikmah/pelajaran.

Benar kan??

Kamis, 14 Agustus 2014

Terlebih Dulu, Cintalah Pada-Nya

Wahai kau yang kusayang
Aku bukannya enggan menyayang
Yang aku takutkan adalah cinta yang berlebihan
Karena yang ku mau adalah cinta dalam balutan ketulusan
Kelak dari cinta itulah aku terikat dengan suci dalam pernikahan
Dan dari cinta itulah anak-anak cerdas dan sholeh ingin ku lahirkan
Maka marilah kita bersabar
Sebelum tiba saatnya dipersatukan

Wahai kau yang kukasihi
Aku bukannya enggan berkasih-kasih
Aku takut Allah kita tak meridhoi
Karena aku tak ingin kasih sayang kita tanpa berkah
Maka marilah kita bersabar
Sebelum tiba saatnya dipersatukan

Aku memang buruk
Mungkin seburuk-buruk manusia
Karena itulah, buah-buah cintaku kelak ingin kubina
Agar menyucikan cinta di hatinya
Dan menjadi sebaik-baik manusia
Untuk dirinya
Keluarganya
Dan umatnya

Jogja, Juni 2014

MATI KUTU

"Mati Kutu" ilustrated by Dwis Riyuka

Kubunuhi satu persatu kutu-kutu rindu di benakku
agar tak lagi mengganggu bahagiaku
tersebab ia tak lagi layak untukku
tersebab merindumu terlarang sudah bagiku

Tapi sungguh mereka terlalu banyak
Beranak pinak menyesak

Aahh... mati sudah kutu-kutu rinduku
satu per satu
Rasaku padamu perlahan mati diluruh kecewa
Alasan derasnya tangisan
bukan lagi karena rindu yang tak tersampaikan
tapi karena kecewa yang memuncak menghujam

#DR
Pgj, 140814