Jumat, 07 November 2014

Bacaan: INFERNO - Dan Brown

"Tempat tergelap di neraka dicadangkan bagi mereka yang tetap bersikap NETRAL di saat KRISIS MORAL. Dalam masa berbahaya, tak ada DOSA yang lebih BESAR daripada TETAP DIAM."


Prolog menawan dan menantang. Semakin terbius untuk melahap halaman demi halaman. Ya, quotes itu memang ada benarnya, hmm… banyak benarnya. Kenapa?

Kamis, 06 November 2014

Selasa, 04 November 2014

Selembar Sajadah Biru

Sumber: lampuislam.blogspot.com (edited)
Selembar sajadah biru
tanpa bungkus berwarna warna
Sederhana saja
hanya berbalut lantunan doa
bagiku betapa lebih bermakna

Sebab
Saat kukira semua sudah tak peduli dan lupa
Saat momen itu terlewatkan begitu saja
Sajadah biru darimu dan mereka
mengusir segala buruk sangka
dan terima kasihku menjadi tak terkata

Kini sajadah biru terbentang
menemani shalatku malam pun siang
Sajadah biru menjadi alas sembahyang
menyamankan sujudku pada Pemilik Kehidupan

Kepada-Nya, di atas sajadah biru itu
kudoakan mereka, kuadukan namamu



Minggu, 02 November 2014

Sembilan Alasan

Ingat, dari SEMUA orang yang bisa menulis, TIDAK semuanya bisa disebut PENULIS.

Satu saja pertanyaannya:
Mengapa kita harus menulis?
Ada sembilan alasan:

Bukan Dia yang Menyakiti


Suatu kali...
Seorang teman: "Mau ke mana?"
Aku                : "Mau cari buku untuk kado pernikahan...."
Seorang teman: "Kemarin masih ngurusin bisnisnya, sekarang pakai cari kado pernikahnya segala. Kenapa sih kamu masih melakukan ini itu untuk orang yang sudah menyakiti hatimu?"
Aku                : tersenyum "Dia tidak menyakiti hatiku. Dia hanyalah perantara Allah untuk memberitahuku bagaimana rasanya sakit hati, hmmm mungkin agar aku tidak menyakiti hati orang lain."

Benar kan? Kita tidak perlu membalas keburukan dengan keburukan. Mungkin kita belum menjadi orang yang cukup baik. Tapi lakukan saja kebaikan. Seberapa sakit yang pernah kita rasakan, bukankah dia pun pernah melakukan kebaikan kepada kita? Tidak seharusnya kita melupakan banyak kebaikan hanya karena satu kesalahan fatal.

Memang memaafkan kesalahan itu tidak mudah, tapi memaafkan masih lebih mudah daripada melupakan kesalahan itu sendiri. Mengapa? Karena saat teringat akan kesalahan, kita sering lupa jika kita telah memutuskan untuk memaafkan. Sehingga rasa sakit kembali muncul, meski sudah memaafkan. Saat rasa sakit itu muncul, ingat saja keputusan kita telah memaafkan. Ingat Allah. Ingat bahwa semua telah ditata dan diatur sedemikian rupa. Maka kau menyadari bahwa itu artinya bukan dia menyakiti hati. Dia hanyalah perantara Allah untuk memberitahu bagaimana rasanya sakit hati, mungkin agar kita tidak menyakiti hati orang lain. Lalu tersenyumlah, karena kau berhasil mengalahkan sang amarah.


Selasa, 28 Oktober 2014

(Kelak) aku seorang PENULIS

Tidak semua yang bisa menulis bisa disebut PENULIS.

Tidak semua yang bisa menulis bisa disebut seorang penulis. Benar kan? Adek keponakan saya yang baru berusia 7 tahun juga bisa menulis. Sedang rajin-rajinnya malah. Tapi dia BUKAN PENULIS. Teman saya aktif menulis status Facebook dan berkicau di Twitter. Tapi dia juga BUKAN PENULIS. Teman sekos saya sering praktikum dan otomatis wajib membuat laporan. Tapi lagi-lagi dia juga BUKAN PENULIS. Lalu PENULIS itu yang bagaimana?

Sabtu, 25 Oktober 2014

Usai Melepas Usia 22 (Part 1)

14 September 2014. Usiaku kini tidak lagi di angka kembar 22. Angka dua yang dibonceng berubah menjadi 3. Sejak tanggal ini, 23 tahun aku (padahal  I'm feeling 22 kayak di lagunya Tailor Swift). Dan seminggu kemudian usai melepas usia yang ke-22, aku mendapat kejutan di tanggal 22.

22 September 2014. Sejak tanggal itu tangan kanan ini terbalut kaku oleh gips merah. Sejak tanggal itu tangan kirilah yang melaksanakan segala titah. Awalnya memang tidak mudah, bahkan hingga sebulan berlalu, itu memang tidak mudah. Tidak mudah karena banyak dari apa yang dilakukan tangan kanan memang tak tergantikan. Tapi tidak mudah itu juga tidak berarti tidak bisa. Nyatanya sebulan ini bisa terlalui meski dengan bantuan sana sini.

Tangan kananku kaku diatas boneka temanku. Rasanya 'nyut-nyut' kala itu. Sampai ada teman yang berceletuk "Sakit mana patah tulang atau patah hati?" #MenjawabDalamHati 

Oh ya... Aku berkisah bukan untuk berkesah, aku hanya ingin menyampaikan potongan-potongan hikmah.