Rabu, 31 Desember 2014

BAYANGAN


Izinkan aku menjadi bayang-bayangmu
Mengikutimu kala siang
dan sesekali datang saat malam

Biarkan aku menjadi bayanganmu
Tak apa jauh darimu saat kau terterangi
Asal kubisa menyatu denganmu saat tak ada yang mencahayai

Aku adalah bayang-bayangmu
Mengejarmu meski kau tak tertangkap
Selalu kau lihat meski aku hanyalah sesosok gelap

Akulah sang bayang-bayang
yang kan membuatmu terus terbayang
yang menjadi lagu yang selalu mengiang
yang dalam ingatanmu kan selalu terkenang
Biar kujarah sebagian sejarahmu
Aku mau ikut kemana-mana dirimu

#DR
This entry was posted in

Selasa, 30 Desember 2014

TERBANG DAN HILANG

Pray for Air Asia QZ 8501

Terbang…
Sayapnya selalu terkembang
Begitulah, burung besi beterbangan
tanpa mengepak sayap
tanpa bisa hinggap
hanya di tanah keras nan luas mendarat

Hilang…
Seekor burung besi menghilang
Sedang di perutnya ada berpuluh beratus orang
Hilangnya menyulut kepanikan
Hilangnya mengundang pertanyaan
Kemana ia gerangan?

Dan di setiap celaka yang burung besi dapatkan
selalu tumpah ruah tangisan
Sanak kerabat dari yang diperutnya
berduka cita kehilangan keluarga

Semoga nyawa-nyawa dalam perut sang burung besi
kembali dengan selamat
atau setidaknya tercabut dengan santun
kembali dengan benar
ke jalan Sang Pemilik

Air Asia QZ8501 hilang 28 Desember 2014

This entry was posted in

Senin, 29 Desember 2014

BEGADANG DI GUDANG

Ada masa-masa mahasiswa dilumat kesibukan luar biasa. Bisa jadi karena jadwal yang memang padat, atau karena lalainya mengatur jadwal walau tidak begitu padat. Mahasiswa-mahasiswa dengan segala sibuknya adalah mereka yang mengaktifkan diri di organisasi, atau di komunitas, atau sedang mengabdikan diri di suatu kepanitiaan, atau bahkan sambil bekerja paruh waktu. Tidak bisa dipungkiri, banyak mahasiswa macam ini yang bermetamorfosa menjadi mahasiswa yang melalaikan dirinya sendiri.

Mahasiswa lalai ini kerap mengabaikan diri sendiri. Jangan kira sempat liburan, Sabtu Minggu saja sering ada kegiatan. Makan sudah tak teratur lagi. Pakaian ditumpuk dulu, dicuci seminggu sekali. Kamar bisa dikatakan berantakan sekali. Buku bacaan dan kertas-kertas tugas di sana sini. Tidak heran teman lainnya mengatakan kamarnya serupa gudang. Selain itu, demi merampungkan segala kewajiban, sampai malam ia dituntut begadang. Sampai-sampai begadang sudah menjadi kebiasaan.

Ah… begadang di ‘gudang’, apa boleh buat. Begitu penat, barulah kamar dirombak, meluangkan waktu agar sempat. Ah… begadang di ‘gudang’, tak mau lagi-lagi tapi tetap saja terulang lagi. Susah sekali mengelak keadaan ini. Amanah dan tanggung jawab menjadi prioritas, takkan tenang mengurus diri sebelum semua tuntas.

Dan setidaknya seminggu sekali, gudang berubah menjadi sangat rapi. Dan saat gudang itu bukan gudang lagi, pikiran menjadi lebih jernih lagi. Maka jangan membiarkan gudang selamanya gudang, sebab tak mungkin kau selalu tahan.

Sabtu, 27 Desember 2014

KESAN ADALAH PRASANGKA

Segala KESAN hanyalah PRASANGKA manusia.

Seseorang terkesan JAHAT, karena mungkin wajahnya mengundang prasangka demikian. Nyatanya bisa saja dia sebenarnya baik dan berhati lembut setelah kita dekat dengannya. Atau mungkin karena sikapnya salah dan tega menurut kita, padahal ia pasti punya alasan melakukannya.

Seseorang terkesan CUEK, karena mungkin dia tidak banyak bicara. Padahal bisa saja ternyata dia adalah orang yang penuh perhatian dan hangat kepada orang-orang yang bersedia mendekatinya.

Seseorang terkesan TIDAK/KURANG IKHLAS, karena kita sok tahu dan menduga-duga tentangnya. Padahal keikhlasan hanya Allah semata yang mengetahuinya.

Seseorang terkesan BAIK, karena hanya nampak yang baik-baik darinya di mata kita. Padahal Allah-lah yang sedang menutupi aib-aibnya.

Seseorang terkesan HEBAT, karena mungkin yang ditunjukkan kepada kita adalah kehebatannya. Padahal setiap orang pasti punya sisi lemahnya. Allah-lah yang memberinya kebisaan padanya untuk menutupi kelemahannya dengan sisi hebatnya.

Seseorang terkesan JUTEK, karena cara bicaranya yang membuat kita berkesan seperti itu terhadapnya. Padahal mungkin saja sebenarnya dia adalah pribadi yang ramah.

Begitulah manusia, sering bahkan mungkin selalu berprasangka. Namun manusia harus menyadari bahwa prasangkanya belum tentu benar adanya. Apapun kesan yang kau tangkap, berprasangka baiklah.

Jumat, 26 Desember 2014

MENYAMPAIKAN DENGAN APAPUN KEBISAAN

Banyak yang lebih merespon posting tentang hidup dan kehidupan (misalnya prestasi, ungkapan perasaan, pengalaman, dsb) daripada posting-posting yang menyampaikan ilmu. Ini bukan ngawur, melainkan dari pengamatan kecil-kecilan tentang respon dari Masyarakat Facebook, baik itu posting saya sendiri maupun posting sesama anggota Masyarakat Facebook. Tidak mudah rasanya untuk bisa menyenangi ilmu bagi beberapa orang. Banyak orang masih melihat siapa yang menyampaikan, bukan apa yang disampaikannya. Sehingga banyak orang pula mengabaikan pesan-pesan baik dari orang yang bagi mereka ‘belum patut didengarkan’.

Banyak orang tersebut masih tak senang membaca ilmu dari mana saja, termasuk apa yang dituliskan temannya (apalagi di sosial media). Mereka hanya membaca apa yang ingin mereka baca. Dan itupun tergantung siapa yang menuliskannya. Mereka enggan membaca tulisan dari yang ‘bukan siapa-siapa’ dan memuji setinggi langit tulisan dari yang ‘sudah ternama’ meski secara isi sebenarnya sama saja. Banyak orang tersebut yang masih senang didengarkan, tapi tak mau mendengarkan (ah… mungkin terkadang saya juga masih termasuk di dalamnya). Sehingga mereka mengacuhkan apa yang orang lain katakan, dan menimpalinya dengan apa yang ingin mereka katakan. Alhasil, ilmu yang disampaikan terlewatkan, bahkan terpantulkan.

Di sisi lain, kita tetap berkewajiban untuk tetap 'menyampaikan', meski dengan apapun kesulitan.
بَÙ„ِّغُوا عَÙ†ِّÙ‰ ÙˆَÙ„َÙˆْ آيَØ©ً
"Sampaikanlah walau hanya satu ayat." (HR. Bukhari)
Maka kita harus pandai-pandai menyampaikan dakwah dengan cara yang berbeda. Tidak perlu pusing dan muluk-muluk memikirkan bagaimana caranya, kita bisa mengambil cara yang dekat dengan kita dan kita sukai tentunya. Kita masih tetap bisa menyampaikan dengan hobi dan keahlian yang kita miliki. Memangnya bisa? Ya bisa saja. Tidak percaya? Ini sudah ada contoh-contohnya:

Berdakwah dengan KOMIK.
Komik menjadi salah satu bacaan yang disukai banyak kalangan, apalagi remaja. Para penggemar komik jelas lebih suka membaca komik daripada bacaan lain. Jika kamu suka menggambar dan berkomik ria, dakwah pun bisa disampaikan melaluinya. Fanpage LINGKAR KOMIK (klik https://www.facebook.com/LingkarKomik) adalah salah satu komik dakwah Islam. Saat ini memiliki 25.476 penyuka, besar kan potensi penyampaiannya? (Never give it up ya mbak Asa, bang Zia, dan bang Tamam - para kontributornya). Masih banyak lho komik-komik dengan passion semacamnya, seperti KOMIK BIEBO dengan 10.534 penyuka (klik https://www.facebook.com/KomikBiebo, THE MUSLIM SHOW dengan 643.557 penyuka (klik https://www.facebook.com/themuslimshow) yang kini sudah ada versi Indonesia THE MUSLIM SHOW INDONESIA dengan 37.641 penyuka (klik https://www.facebook.com/muslimshowindonesia), NYOL NYOL COMICS dengan 4.482 penyuka (klik https://www.facebook.com/nyolnyolcomics), dan masih banyak lagi.

Berdakwah dengan DESAIN GRAFIS.
Desain grafis tengah menggeliat dan sedang hangat. Tidak hanya gambar, kombinasi tulisan aneka font yang dipadupadankan dengan pas bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi Masyarakat Facebook. Bahkan bisa dikatakan 'lebih menyampaikan' daripada ceramah di depan mimbar. Banyak akun yang telah menggunakan desain grafis untuk posting mereka. Contohnya
ALFATIH STUDIOS -- https://www.facebook.com/alfatihstudios
RENDRA VISUAL -- https://www.facebook.com/rendra.visual
MAHASISWA MUSLIM GADJAHMADA -- https://www.facebook.com/pages/Mahasiswa-Muslim-Gadjah-Mada
dan masih banyak lagi

Berdakwah dengan KOMUNITAS.
Dakwah juga bisa melalui komunitas. Kelompok kecil yang yang dirintis lama-lama membesar dan yang utama adalah bisa memberi dampak kemanfaatan. Jika kau mempunyai komunitas, kelolalah menjadi komunitas yang bermanfaat dalam kebaikan. Contohnya
GAPURA -- https://www.facebook.com/pages/Gapura/621458367906605
TERAS DAKWAH -- https://www.facebook.com/TerasDakwah

Berdakwah dengan MEDIA SOSIAL.
Mulai dari Facebook, Twitter, Path, Instagram, Google+, WhatsApp dan apapun itu sebenarnya bisa kita jadikan sarana dakwah. Bukankah akan lebih bermanfaat daripada menggunakan medsos untuk berkeluh kesah, ajang pamer, apalagi sebagai sarana menyebar fitnah. Naudzubillah. Ikuti akun-akun penebar kebaikan, sekalipun itu hanya akun milik teman. Bukankah lebih penting apa yang disampaikan bukan siapa yang menyampaikan. Selain itu juga isilah akunmu sendiri dengan posting berisi kebaikan sebagai ladang amal.

Berdakwah dengan BUKU.
Jika passionmu adalah menulis dan kamu sudah punya tulisan, 'nyata'kanlah tulisanmu dengan buku. Jika memang belum punya tulisan, jadikanlah 'buku impian'mu sebagai motivasi dan semangatmu untuk terus menulis. Saya tidak akan menyebutkan buku-buku dan penulis yang sudah bestseller. Saya justru ingin menghadirkan penulis-penulis yang bisa dikatakan pemula (tidak pemula sekali sih sebenarnya) agar kita terinspirasi. Fadil Ibnu Ahmad, menulis buku "DAKWAH ONLINE" saat statusnya masih menjadi mahasiswa (klik https://muslimgreget.com/). Begitupun Rizki Ageng Mardikawati yang menempuh jalan self-publishing untuk menerbitkan buku-bukunya dengan Pelangi Inspirasi (klik https://www.facebook.com/pages/Pelangi-Inspirasi/372920852886252). Mereka bisa, kamu pun bisa bila berjuang setidaknya sekeras mereka.

Berdakwah dengan CERPEN.
Jika memang belum bisa membuat buku atau novel, kamu bisa menulis yang lebih pendek, yaitu cerpen. Publish di blog dan atau ikutkan ke berbagai perlombaan agar bisa terpublikasikan. Syukur-syukur mendapat gelar kejuaraan. Selain itu, cerpen juga bisa digunakan untuk sarana latihan menulis kreatif/fiksi yang lebih kompleks seperti novel.

Berdakwah dengan KARTUN.
Jangan siakan bakatmu menggambar kartun kartun lucu, sesederhana apapun itu. Kartun bukan lagi milik anak-anak, tapi sesiapapun. Buktinya penyuka akun dan fanpage tentang Islam berikut sudah bejibun:
KARTUN MUSLIMAH -- https://www.facebook.com/DakwahMuslimah atau https://www.facebook.com/pages/Kartun-Muslimah/207391072659690
KARTUN DAKWAH -- https://www.facebook.com/pages/Kartun-Dakwah/463953940370323

Berdakwah dengan WEBSITE/BLOG/TUMBLR.
Suka menulis atau ingin menyampaikan tulisan yang kamu baca dari sumber lainnya? Buat saja website, atau blog yang lebih sederhana.
UMATMUHAMMAD.COM -- https://www.facebook.com/umatmuhammadcom atau umatmuhammad.com
MUSLIM.OR.ID -- https://www.facebook.com/muslim.or.id atau www.muslim.or.id

Jadi ada seribu jalan dakwah. Apapun hobinya, kita bisa mengoptimalkannya untuk hal-hal yang lebih bermanfaat sebab agama Islam bukan pengekang. Barangsiapa menolong agama Allah, Allah akan menolongnya. Begitu kan?!
Alangkah membahagiakan jika hobi dan keahlian kita dapat kita pergunakan untuk menyebarluaskan kemanfaatan. Alangkah beruntungnya bila hobi dan apa yang kita bisa dapat membantu kita semakin dekat dengan Jannah-Nya.
Sampaikan dengan apapun kebisaan. Hamasah!


*Ditulis untuk tugas perdana forum non-fiksi FLP Yogya. Silahkan sumbang saran dan kritikan diposkan di kolom komentar. Syukron.

Selasa, 23 Desember 2014

SUSAHNYA BERKACA


Susah ya bercermin dari orang lain?

» Masih sering menganggap orang lain manja, padahal kita juga pasti pernah bermanja-manja dengan orang-orang yang kita sudah merasa nyaman atau dekat dengannya, bahkan mungkin bagi orang lain kita yang lebih manja.

» Masih sering menganggap orang lain seperti anak-anak, padahal kita juga pasti bertingkah kekanakan meskipun hanya sesekali.

» Masih sering menganggap orang lain menyebalkan, padahal kita sendiri bukan orang yang bersih dari kesalahan, pasti pernah juga membuat orang lain kesal.

» Masih sering menganggap orang lain acuh tak acuh, padahal sangat mungkin kita juga pernah mengacuhkan apa yang orang lain bicarakan atau tak benar-benar memperhatikan apa yang sedang mereka utarakan.

» Masih sering mengangap orang lain tak bertanggung jawab, padahal bisa saja kita pun pernah melepaskan diri dari tanggung jawab.

» Masih sering menganggap orang lain bersikap seenaknya, padahal kita pun mungkin pernah bertindak dan bicara semena-mena terhadapnya.

Senin, 22 Desember 2014

Persembahan CINTA untuk AYAH dan BUNDA


Judul : Persembahan Cinta untuk Ayah dan Bunda
Tebal : 310 halaman
Penerbit : UKKI Press.
Percetakan : Pelangi Inspirasi
Penulis : Dwis Riyuka, dkk
Cover : Denda Yulia A.R
Harga : Rp. 38.000,00

Pemesanan:
Ketik Persembahan Cinta_Nama Lengkap_Alamat Lengkap_Nomor yang bisa dihubungi_Jumlah Pesan kirim ke 089 617 549 302 (Halimah)

Contoh: Persembahan Cinta_Rizky Kezyawati_Jalan Colombo No 45 Yogyakarta 55281_085xxxxxx_5 buah